Rupiah Melemah, Harga Hewan Kurban Minim Terdampak Kurs
Pelemahan rupiah tak berdampak signifikan pada harga hewan kurban 2026, karena pasokan lokal dominan. Konsumen lebih fokus pada kualitas ternak.
(Bisnis.Com) 13/05/26 15:59 220360
Bisnis.com, JAKARTA — Pelemahan nilai tukar rupiah ke level terendah sepanjang sejarah belum memberikan dampak berarti terhadap harga hewan kurban menjelang Iduladha 2026, seiring dominasi pasokan dari peternak domestik yang tidak bergantung langsung pada dolar Amerika Serikat (AS).
Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp17.500 per dolar AS pada Selasa (12/5/2026), melampaui posisi terlemah saat krisis Asia 1997–1998. Tekanan terhadap mata uang domestik terjadi di tengah pelemahan mata uang Asia lainnya, dipicu ketidakpastian geopolitik akibat kebuntuan perundingan damai AS-Iran yang menjaga harga energi tetap tinggi.
Sejak konflik Timur Tengah pecah pada akhir Februari 2026, rupiah tercatat telah terdepresiasi sekitar 7%. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran akan lonjakan harga komoditas domestik, termasuk daging dan hewan kurban.
Namun, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda menilai dampak pelemahan kurs terhadap harga kurban relatif terbatas.
Menurutnya, sebagian besar hewan kurban di Indonesia berasal dari ternak lokal yang lahir dan dibesarkan di dalam negeri. Pasokan tersebar di berbagai sentra produksi, terutama di Pulau Jawa serta wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Menjelang Iduladha, distribusi dilakukan dari daerah surplus menuju wilayah dengan permintaan tinggi, termasuk Jakarta, guna menjaga keseimbangan pasokan.
“Perlu ditegaskan bahwa hewan kurban ini mayoritas hewan ternak yang lahir dan dipelihara di Indonesia. Jadi kaitannya dengan kurs tidak terlalu besar,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Meski demikian, dia mengakui pelemahan rupiah tetap berisiko memberi tekanan tidak langsung melalui kenaikan harga bahan bakar dan biaya logistik. Peningkatan ongkos distribusi tersebut dapat berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.
Di sisi lain, perilaku konsumen dinilai cenderung tidak terlalu sensitif terhadap fluktuasi harga. Dalam pembelian hewan kurban, masyarakat lebih mempertimbangkan kondisi fisik ternak dibanding faktor harga atau perubahan nilai tukar.
“Begitu melihat sapinya, kambingnya, dombanya bagus, kalau cocok biasanya dibeli. Untuk ibadah, masyarakat umumnya tidak terlalu mempermasalahkan harga,” katanya.
Momentum Iduladha juga menjadi periode penting bagi peternak, yang telah mempersiapkan ternak selama satu hingga dua tahun. Karena itu, musim kurban diharapkan menjadi ajang panen dengan harga jual yang optimal bagi pelaku usaha peternakan.
#rupiah-melemah #harga-hewan-kurban #dampak-kurs-rupiah #nilai-tukar-rupiah #hewan-kurban-lokal #pasokan-hewan-kurban #distribusi-hewan-kurban #harga-daging-kurban #iduladha-2026 #peternak-domestik #ku