Kementan: Kebutuhan Hewan Kurban 2026 Diprediksi Naik 3,82%
Kementan memprediksi kebutuhan hewan kurban 2026 naik 3,82% dengan surplus 891.320 ekor. Stok dalam negeri mencukupi?
(Bisnis.Com) 13/05/26 15:57 220359
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan hewan kurban nasional menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan surplus.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda mengatakan potensi ketersediaan hewan kurban nasional pada 2026 mencapai 3.246.790 ekor, sementara kebutuhan diperkirakan sekitar 2.355.470 ekor.
“Potensi ketersediaan hewan kurban tahun 2026 mencapai 3.246.790 ekor, sedangkan perkiraan kebutuhan untuk tahun 2026 sekitar 2.355.470 ekor. Terdapat surplus sekitar 891.320 ekor sehingga secara nasional kondisi atau ketersediaan hewan kurban aman, cukup, dan terkendali,” ujar Agung dalam konferensi pers di Auditorium Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Dia menjelaskan surplus terjadi pada seluruh jenis hewan kurban utama, baik sapi, kerbau, kambing, maupun domba.
Untuk sapi, ketersediaan tercatat sebanyak 859.268 ekor dengan kebutuhan sekitar 791.452 ekor atau surplus 67.816 ekor. Sementara itu, ketersediaan kerbau mencapai 33.952 ekor dengan kebutuhan 12.914 ekor sehingga surplus 21.038 ekor.
Adapun, kambing tersedia sekitar 1,4 juta ekor dengan kebutuhan diperkirakan 1,08 juta ekor atau surplus 332.861 ekor, sedangkan domba memiliki ketersediaan 935.690 ekor dengan kebutuhan sekitar 466.086 ekor sehingga surplus mencapai 469.604 ekor.
Agung menegaskan seluruh ternak tersebut telah memenuhi persyaratan sebagai hewan kurban. “Tentu ini adalah ternak-ternak yang bisa atau sudah memenuhi persyaratan sebagai hewan kurban,” katanya.
Menurutnya, kebutuhan hewan kurban pada 2026 diproyeksikan meningkat sekitar 3,82% atau bertambah 86.727 ekor dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, pemerintah terus melakukan pengaturan distribusi hewan kurban dari daerah surplus menuju wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan.
“Pemerintah terus melakukan pengaturan distribusi hewan kurban dari daerah produksi dan daerah surplus ke daerah-daerah yang masih minus agar pasokan merata dan harga juga terkendali,” ujar Agung.
Selain menjaga pasokan, pemerintah juga memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban mengingat tingginya lalu lintas ternak menjelang Iduladha.
Agung menyebut hewan kurban pada umumnya merupakan “tabungan” peternak sehingga kesehatannya harus dijaga melalui program vaksinasi dan pengawasan lalu lintas ternak.
Pemerintah saat ini juga meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit hewan menular strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta antraks.
“Yang kita lakukan tentu pengawasan oleh dokter hewan dan petugas kesehatan hewan terhadap potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku. Saat ini kita masih punya PMK, kemudian Lumpy Skin Disease, kemudian penyakit anthrax,” katanya.
Pengawasan tersebut dilakukan melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional Terintegrasi atau iSIKHNAS.
Selain itu, Kementan juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengurus masjid serta panitia kurban mengenai tata cara penanganan hewan, proses penyembelihan, hingga pengelolaan daging yang halal, aman, dan higienis sesuai kaidah kesehatan hewan.
#hewan-kurban #kebutuhan-hewan-kurban #stok-hewan-kurban #harga-hewan-kurban #ketersediaan-hewan-kurban #surplus-hewan-kurban #sapi-kurban #kerbau-kurban #kambing-kurban #domba-kurban #iduladha-2026 #d