Rupiah Ditutup Melemah, BI Sebut Sentimen Ketegangan Timur Tengah Masih Berlangsung
Dari domestik, meningkatnya kebutuhan dolar AS secara musiman seperti untuk pembayaran Utang Luar Negeri (ULN).
(IDX-Channel) 12/05/26 19:04 219352
IDXChannel- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah, sore ini (12/5/2026) rupiah ditutup turun 115 poin atau sekitar 0,66 persen ke level Rp17.529 per dolar AS.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan tekanan rupiah hari ini meningkat disebabkan oleh konflik di Timur Tengah masih berlangsung dengan intensitas yang meningkat, sehingga mendorong naiknya harga minyak dan ketidakpastian global.
"Dari domestik, meningkatnya kebutuhan dolar AS secara musiman seperti untuk pembayaran Utang Luar Negeri (ULN) dan pembayaran deviden serta kebutuhan untuk ibadah haji mendorong peningkatan permintaan dolar AS di pasar domestik," katanya Selasa (12/5/2026).
Meski demikian, BI akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar dengan melakukan smart intervention baik di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) maupun NDF.
"Selain itu, BI akan mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada rupiah," tuturnya.
BI juga melihat confidence investor asing di aset portfolio terus membaik. Hal ini tercermin dari inflows, khususnya ke Pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) selama bulan April yang tercatat sebesar Rp61,6 triliun.
"Ketersediaan likuiditas valas di pasar domestik juga cukup tinggi dengan pertumbuhan DPK valas di akhir Maret mencapai 10,9 persen ytd," katanya.
BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga nilai tukar rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya.
(kunthi fahmar sandy)
#bi #nilai-tukar-rupiah #konflik-timur-tengah #pasar-sbn #bank-indonesia