Mulai dari Nol, UMKM Canoi Bisa Tembus Pasar Luar Negeri
UMKM Canoi dari Surabaya telah merambah ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Maladewa, dan Qatar. Kini mereka mencoba untuk masuk pasar Amerika. Usaha Mikro,... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 09/05/26 13:46 216437
SURABAYA - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM ) Canoi dari Surabaya ini bisa menembus pasar ekspor . Canoi sendiri singkatan dari Camilan Orang Indonesia. UMKM yang mengolah hasil laut di kawasan Kenjeran Surabaya ini telah merambah ke sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Maladewa, dan Qatar. Kini mereka mencoba untuk masuk pasar Amerika.Usaha rumahan yang owner-nya bernama Rachmawati Basuki ini punya 18 varian produk olahan hasil laut. Usaha yang dirintis sejak pandemi Covid-19 ini sudah mampu mempekerjakan lima tenaga kerja. "Insya Allah akan terus bertambah lagi, semoga bisa membantu masyarakat sekitar," kata Rachmawati yang merupakan alumni Teknik Sipil ITS, Jumat (8/5/2026).
Rachmawati menceritakan, usaha yang ditekuni hingga sekarang ini benar benar dimulai dari nol besar. Dia sendiri sudah lama menekuni bisnis salon kecantikan di rumah. Ada banyak pekerja yang menggantungkan hidup dari usaha salon ini
Namun, pada 2019 badai Covid 19 mengancam bahkan "mematikan" usaha yang sudah menghasilkan banyak uang ini. "Usaha salon sepi karena sudah tidak ada event pernikahan. Sedangkan pekerja di rumah ini tetap harus makan dan menghidupi keluarganya," terangnya.
Rachmawati terus memutar otak bagaimana orang orang yang sudah bekerja bersamanya tidak sampai kesusahan, jangan sampai gak makan. Akhirnya mereka ditawari untuk bersama sama merintis UMKM olahan hasil laut. "Apalagi bahan baku di sini banyak dan relatif mudah diperoleh," tambahnya
Sebagai usaha rintisan, pastilah menemui batu ganjalan, mulai permodalan, pemasaran dan sebagainya. Namun berkat keuletan dan telat kuat Rachmawati, usahanya terus eksis dan makin berkembang. Yang awalnya hanya lima varian, kini menjadi 18 varian dengan harga kisaran Rp 8.000 hingga Rp 18.000 Total produksi yang dihasilkan mencapai 5.000 pieces. Pembayaran QRIS Bisa Dipakai di China, Peluang Baru bagi UMKM
Setelah usahanya berjalan lancar, beberapa BUMN memberi perhatian dan dukungan, termasuk dari pemerintah daerah. Kini omsetnya mencapai Rp30 juta per bulan.
Target berikutnya adalah bagaimana produknya bisa masuk ke ritel ritel modern di seluruh Indonesia. Dia juga senang karena saat ini sudah berhasil masuk di Indomart, Transmart, Pusat Oleh Oleh Bu Rudi, Swalayan Bonet, Toko Basmallah dan masih banyak lagi.
(poe)
#umkm #surabaya #go-international #umkm-naik-kelas #pelaku-umkm