Rupiah Dibuka Melemah Sentuh Rp17.361, Dolar AS Kembali Perkasa

Rupiah Dibuka Melemah Sentuh Rp17.361, Dolar AS Kembali Perkasa

Rupiah melemah ke Rp17.361 per dolar AS, dipengaruhi penguatan indeks dolar dan ketidakpastian geopolitik. Fokus pasar pada data ketenagakerjaan AS.

(Bisnis.Com) 08/05/26 09:35 215176

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari ini, Jumat (1/5/2026).

Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.15, Rupiah dibuka melemah 28 poin atau 0,16% ke level Rp17.361 per dolar AS. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS terpantau menguat 0,16% ke 98,22.

Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS sejalan dengan depresiasi sejumlah mata uang Asia Tenggara lainnya, yakni dolar Singapura turun 0,01%, baht Thailand turun 0,01% dan ringgit Malaysia turun 0,01%.

Sementara mata uang Asia lainnya yen Jepang terhadap dolar AS cenderung menguat 0,06%, won Korea Selatan menguat 7,88%, dan yuan China menguat 0,01%.

Sebelumnya, Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi, menerangkan penguatan indeks dolar akhir-akhir ini disebabkan oleh optimisme pasar atas kemungkinan berakhirnya perang antara Iran dengan AS.

Ibrahim menyoroti sikap Iran yang mengatakan bahwa mereka sedang meninjau proposal perdamaian AS yang disebut akan secara resmi mengakhiri perang.

Ibrahim menilai, fokus pasar hari ini lebih tertuju pada Klaim Pengangguran Awal dan pidato dari pejabat The Fed. Pasar juga bersiap untuk data laporan ketenagakerjaan AS pada April yang akan dirilis pada Jumat (8/5) lantaran hal itu memungkinkan bank sentral mengambil kebijakan terkait suku bunga.

Dari dalam negeri, potensi penyesuaian harga bahan bakar minyak disebut kian terbuka seiring tekanan fiskal yang meningkat akibat lonjakan harga energi global. Pasalnya, kondisi geopolitik yang tidak pasti membuat harga energi bertahan di level yang tinggi dalam waktu yang lama.

”Dengan crack yang masih tinggi, biaya subsidi bisa jadi lebih besar dari perhitungan pemerintah di APBN. Ini membuat kapasitas fiskal menjadi terbatas,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Dalam kondisi tersebut, pemerintah disebut memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi. Hanya saja, opsi itu disebut akan menjadi langkah terakhir mengingat dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

Pada perdagangan hari ini, Ibrahim memprediksi rupiah bakal bergerak fluktuatif dan cenderung ditutup menguat pada rentang Rp17.300—Rp17.340 per dolar AS.

#rupiah-melemah #dolar-as-perkasa #nilai-tukar-rupiah #rupiah-terhadap-dolar #mata-uang-asia #indeks-dolar-as #depresiasi-rupiah #penguatan-dolar-as #harga-energi-global #harga-bahan-bakar #suku-bunga

https://market.bisnis.com/read/20260508/93/1972322/rupiah-dibuka-melemah-sentuh-rp17361-dolar-as-kembali-perkasa