Defisit APBN di Sulsel Capai Rp9,41 Triliun per Maret 2026

Defisit APBN di Sulsel Capai Rp9,41 Triliun per Maret 2026

Defisit APBN Sulsel capai Rp9,41 triliun per Maret 2026, dengan pendapatan Rp3,35 triliun dan belanja Rp12,76 triliun, fokus pada ekonomi dan layanan publik.

(Bisnis.Com) 07/05/26 16:27 214508

Bisnis.com, MAKASSAR - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami defisit sebesar Rp9,41 triliun per Maret 2026.

Pendapatan negara baru terealisasi Rp3,35 triliun atau 18,20% dari target, sedangkan belanja negara telah mencapai Rp12,76 triliun atau 24,72% dari pagu.

"Belanja negara di Sulsel hingga Maret 2026 meningkat 9,92% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dimanfaatkan untuk menjaga daya tahan ekonomi dan memastikan keberlanjutan pelayanan publik," ungkap Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Hari Utomo di Makassar, Kamis (7/5/2026).

Dia menjelaskan, belanja negara dari belanja pemerintah pusat (BPP) terealisasi sebesar Rp4,71 triliun atau 18,96% dari pagu yang sebesar Rp24,85 triliun.

Komponen BPP yang mengalami lonjakan besar adalah belanja modal sebesar Rp356,94 miliar per Maret 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp71,78 miliar. Kemudian belanja barang juga ada kenaikan dari Rp933,29 miliar menjadi Rp1,16 triliun tahun ini.

Selanjutnya dari belanja Transfer Ke Daerah (TKD) di Sulsel tercatat sebesar Rp8,05 triliun atau terealisasi 30,07% dari pagu Rp26,77 triliun, didominasi oleh penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp5,81 triliun.

Sementara itu dari sisi penerimaan negara, pajak masih menjadi sumber pendapatan utama di Sulsel. Realisasinya per Maret 2026 sebesar Rp2,34 triliun, tapi baru mencapai 16,31% dari target Rp14,37 triliun.

Penerimaan pajak paling besar berasal dari pajak pertambahan nilai dan PPnBM sebesar Rp1,27 triliun. Lalu pajak penghasilan (PPh) sebesar Rp1,21 triliun dan pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp18,43 miliar.

Penerimaan negara lainnya yaitu kepabeanan dan cukai terealisasi Rp52,43 miliar atau 14,04% dari target Rp373,43 miliar. Kemudian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp956,83 miliar atau 26,03% dari target Rp3,68 triliun.

"Hingga akhir Maret 2026, APBN di Sulsel berhasil menunjukkan peran sebagai instrumen utama dalam meredam dampak ketidakpastian global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," tutur Hari Utomo.

#defisit-apbn #apbn-sulsel #defisit-sulsel #belanja-negara #pendapatan-negara #belanja-pemerintah-pusat #belanja-modal #transfer-ke-daerah #dana-alokasi-umum #penerimaan-pajak #pajak-pertambahan-nilai #n-a

https://sulawesi.bisnis.com/read/20260507/539/1972140/defisit-apbn-di-sulsel-capai-rp941-triliun-per-maret-2026