Angkutan Penumpang Tumbuh Positif Maret 2026, Efek Lebaran dan Diskon Tiket

Angkutan Penumpang Tumbuh Positif Maret 2026, Efek Lebaran dan Diskon Tiket

Angkutan penumpang tumbuh positif Maret 2026 karena mudik Lebaran dan diskon tiket, dengan kenaikan signifikan di semua moda transportasi.

(Bisnis.Com) 04/05/26 19:42 210844

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja angkutan barang dan penumpang secara umum tumbuh positif per Maret 2026 pada semua moda transportasi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, peningkatan signifikan utamanya terjadi pada angkutan penumpang, baik secara bulanan (month to month/MtM) maupun tahunan (year on year/YoY).

“Terutama disebabkan karena adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang melakukan mudik Lebaran, serta didorong adanya stimulus pemerintah berupa diskon harga tiket [transportasi],” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Sebagaimana diketahui, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp911,16 miliar demi mengerek daya beli masyarakat melalui diskon tiket transportasi pesawat, kereta dan kapal pada periode tersebut.

Ateng menjelaskan, moda angkutan sungai, danau, dan penyebrangan (ASDP) tercatat mengalami kenaikan tertinggi hingga 100,99% MtM dan 72,73% YoY, dengan jumlah penumpang mencapai 7,06 juta orang.

Peningkatan jumlah penumpang terjadi di seluruh pelabuhan utama yang diamati, yaitu di Pelabuhan Bakauheni sebesar 138,59% MtM, Merak sebesar 107,95%, Gilimanuk sebesar 100,86%, Pototano sebesar 74,47%, dan Ketapang sebesar 72,20%.

Sementara itu, jumlah penumpang terbanyak tercatat pada angkutan kereta yang mencapai 48,14 juta orang, naik 17,76% YoY. Apabila dibandingkan secara bulanan atau dengan Februari 2026, jumlah penumpang kereta naik 11,25% MtM.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek yang merupakan penumpang pelaju (commuter) alias pengguna KRL, yaitu sebanyak 30,0 juta orang atau 62,24% MtM dari total penumpang angkutan kereta.

Sejalan dengan mudik Lebaran, peningkatan terlihat pada angkutan kereta bandara maupun kereta api di Jawa (non-Jabodetabek) yang masing-masing tumbuh sebesar 20,55% MtM atau mencapai 861.700 orang dan 33,64% atau mencapai 9,64 juta orang.

Peningkatan juga terjadi pada moda angkutan udara domestik alias pesawat, dengan 5,62 juta penumpang atau naik sebesar 37,60% MtM dan 32,35% YoY.

Jumlah penumpang domestik terbesar terdapat pada Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, yaitu mencapai 1,6 juta orang atau sebesar 28,33% dari total penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya sebanyak 452,0 ribu orang atau sebesar 8,04% dari total penumpang domestik.

Kemudian angkutan udara internasional dengan 1,54 juta penumpang atau naik sebesar 2,25% MtM dan 8,14% YoY.

Sementara itu, angkutan laut domestik dengan 3,12 juta penumpang naik sebesar 51,82% MtM dan 26,72% YoY.

Peningkatan jumlah penumpang terjadi di semua pelabuhan yang diamati, yaitu Pelabuhan Balikpapan 188,13% MtM, Makassar 70,06%, Tanjung Priok sebesar 43,43%, Tanjung Perak 34,32%, dan Belawan 25,26%.

Angkutan Barang Tetap Melaju Meski ada Pembatasan

Mengingat adanya pembatasan angkutan barang yang berlaku sejak pertengahan Maret hingga akhir bulan, mobilisasi logistik melalui kereta, kapal, dan pesawat terpantau tetap meningkat.

Ateng melaporkan, jumlah barang yang diangkut pada Maret 2026 dengan moda angkutan laut domestik mencapai 43,24 juta ton, atau naik 2,92% dibanding Maret 2025 (YoY) maipin 10,50% MtM.

Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar 1,40%. Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang sebesar 23,81%, Tanjung Priok 14,04%, Makassar sebesar 10,87%, dan Tanjung Perak sebesar 1,01%.

Peningkatan juga terjadi pada moda angkutan kereta yang mengangkut 5,84 juta ton barang, atau naik sebesar 31,76% MtM dan 0,99% YoY. Sebagian besar barang yang diangkut tersebut, tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 5,0 juta ton atau 85,51% dari total barang yang diangkut dengan kereta.

Sementara itu, jumlah barang yang diangkut dengan moda angkutan udara domestik turun -15,74% YoY, tetapi naik secara bulanan sebesar 7,07% menjadi 53.000 ton.

Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Bandara Halim Perdanakusuma-Jakarta sebesar 37,14% MtM, sementara penurunan terjadi di Bandara Sentani—Jayapura sebesar 2,82%.

#angkutan-penumpang #mudik-lebaran #diskon-tiket #transportasi-maret-2026 #bps-laporan #peningkatan-penumpang #kereta-api #pesawat-domestik #angkutan-laut #pelabuhan-utama #penumpang-jabodetabek #keret

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260504/98/1971252/angkutan-penumpang-tumbuh-positif-maret-2026-efek-lebaran-dan-diskon-tiket