Trump Siapkan Operasi Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Trump Siapkan Operasi Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Harga minyak dunia turun setelah Trump rencanakan operasi buka Selat Hormuz yang diblokade Iran.

(Bisnis.Com) 04/05/26 10:16 209984

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia melemah pada Senin (4/5/2026) di tengah kondisi pasar yang merespons rencana Presiden AS Donald Trump membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz yang diblokade Iran.

Berdasarkan data CNBC International, harga minyak jenis Brent turun 0,35% ke level US$107,77 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,57% menjadi US$101,31 per barel.

Blokade yang masih berlangsung di Selat Hormuz membuat lalu lintas di jalur pelayaran energi strategis tersebut nyaris terhenti total. Sebelum konflik pecah, sekitar seperlima pasokan energi dunia melintasi selat tersebut.

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker terkena proyektil di utara Kota Fujairah, Uni Emirat Arab, pada Senin. Insiden itu kembali menegaskan tingginya risiko keamanan bagi kapal-kapal yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (3/5/2026) menyatakan AS akan berupaya membebaskan kapal-kapal kargo yang terdampar akibat penutupan Selat Hormuz sejak pecahnya perang dengan Iran.

Operasi yang dinamai “Project Freedom” itu akan difokuskan pada evakuasi kapal sipil berbendera negara-negara yang tidak terlibat konflik agar dapat kembali melanjutkan aktivitas perdagangan secara normal. Operasi tersebut dijadwalkan dimulai pada Senin.

Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan dukungan militer terhadap operasi itu mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer.

Di sisi lain, pasar juga mencermati keputusan OPEC+ yang menyetujui kenaikan produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari. Keputusan itu diambil dalam pertemuan pertama kartel sejak keluarnya salah satu anggota kunci, Uni Emirat Arab.

Kepala Ekonomi Internasional Moody’s Analytics Gaurav Ganguly memperingatkan konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat menekan ekonomi global, terutama jika harga minyak tetap tinggi.

Dia menjelaskan, dari posisi saat ini, tidak dibutuhkan banyak faktor tambahan untuk mendorong ekonomi global masuk ke jurang resesi.

"Kami memperkirakan harga Brent di kisaran US$125 per barel dalam periode yang berkelanjutan dapat menyeret ekonomi dunia ke dalam resesi,” ujarnya.

#harga-minyak #selat-hormuz #donald-trump #operasi-buka-selat #harga-minyak-dunia #blokade-iran #kapal-tanker #risiko-keamanan #project-freedom #opec-produksi #ekonomi-global #resesi-minyak #pasokan-e

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260504/44/1971052/trump-siapkan-operasi-buka-selat-hormuz-harga-minyak-dunia-melemah