Dunia Siaga! Bank Dunia Peringatkan Guncangan Pasokan Energi Terparah dalam Sejarah Resmi Dimulai

Dunia Siaga! Bank Dunia Peringatkan Guncangan Pasokan Energi Terparah dalam Sejarah Resmi Dimulai

Bank Dunia baru saja merilis laporan Commodity Markets Outlook yang menyebutkan soal kejutan pasokan energi global terbesar dalam sejarah. World Bank atau Bank... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 03/05/26 10:57 209479

JAKARTA - World Bank atau Bank Dunia baru saja merilis laporan Commodity Markets Outlook yang menyebutkan bahwa perang di Timur Tengah telah memicu kejutan pasokan energi global terbesar dalam sejarah. Kondisi ini menjadi peringatan merah bagi ekonomi global.

Gangguan masif di Selat Hormuz diperkirakan akan mengerek biaya energi hingga 24% tahun ini, menyentuh level tertinggi sejak 2022. Fenomena ini diprediksi tidak hanya mengancam stok BBM (Bahan Bakar Minyak), tetapi juga memicu inflasi gila-gilaan yang akan memperlambat pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Bos Bank Dunia Peringatkan Dampak Ngeri Penutupan Selat Hormuz: Ekonomi Global Tak Pulih Instan



Perang antara AS-Israel melawan Iran telah melumpuhkan infrastruktur energi dan jalur pelayaran vital. Bank Dunia mencatat bahwa pasokan global telah terpangkas sekitar 10 juta barel per hari pada tahap awal konflik ini.

"Dunia sedang menghadapi guncangan pasokan energi terbesar yang pernah tercatat," tulis laporan Bank Dunia.

Jika konflik terus memanas, harga minyak mentah diprediksi akan menetap di rata-rata USD115 per barel, bahkan berpotensi melampaui angka tersebut.

Bukan Hanya BBM: Harga Pangan dan Logam Ikut Membara

Efek domino dari krisis ini dilaporkan akan merambat ke berbagai sektor kebutuhan pokok manusia. Dimana harga pupuk diproyeksikan melonjak 31%, dipicu oleh kenaikan harga urea sebesar 60%. Ini merupakan ancaman serius bagi ketahanan pangan global.

Dunia Siaga Satu! Harga Minyak Dunia Mendidih Tembus USD126 per Barel, Rekor Tertinggi Sejak 2022



Sedangkan harga tembaga, aluminium, dan timah diperkirakan akan mencetak rekor tertinggi baru. Uni Eropa menjadi wilayah paling rentan dengan lonjakan biaya impor gas yang sangat tajam.

"Masyarakat miskin yang menghabiskan sebagian besar pendapatannya untuk makanan dan bahan bakar akan menjadi yang paling terpukul, begitu juga dengan ekonomi negara berkembang yang sudah terbebani utang besar," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill memberikan peringatan keras.

Kondisi pasar semakin tidak menentu setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan rencana untuk keluar dari keanggotaan OPEC. Langkah ini menambah volatilitas pasar karena memberikan kebebasan bagi produsen besar untuk mengatur harga dan output mereka sendiri.

Di sisi lain, minyak mentah Brent sempat menyentuh USD117 per barel. Kenaikan ini diperparah oleh kegagalan negosiasi antara Washington dan Teheran. Presiden AS Donald Trump dikabarkan menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade angkatan laut.
(akr)

#bank-dunia #world-bank #pasokan-energi #selat-hormuz #krisis-energi

https://ekbis.sindonews.com/read/1702691/34/dunia-siaga-bank-dunia-peringatkan-guncangan-pasokan-energi-terparah-dalam-sejarah-resmi-dimulai-1777777536