Mark Zuckerberg Ungkap AI dan Perang jadi Faktor Meta PHK Massal Karyawan

Mark Zuckerberg Ungkap AI dan Perang jadi Faktor Meta PHK Massal Karyawan

Mark Zuckerberg ungkap kecerdasan buatan (AI) dan perang menjadi alasan Meta berencana PHK 8.000 karyawan.

(Bisnis.Com) 02/05/26 19:24 209264

Bisnis.com, JAKARTA— CEO Meta Platforms Mark Zuckerberg mengungkap alasan di balik rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di perusahaan.

Dalam pertemuan internal dengan karyawan, dia menyebut, meningkatnya investasi pada kecerdasan buatan (AI) serta dampak ekonomi dari perang menjadi faktor utama keputusan tersebut. Meta berencana memangkas sekitar 10% dari total tenaga kerjanya atau sekitar 8.000 karyawan dari total 78.000 pegawai dalam beberapa minggu ke depan.

Zuckerberg menjelaskan, tekanan biaya perusahaan kini terfokus pada dua sektor utama, yakni infrastruktur komputasi dan sumber daya manusia. Menurutnya, perusahaan pada dasarnya memiliki dua pusat biaya, yakni komputasi dan infrastruktur, serta kebutuhan yang berorientasi pada manusia.

“Jika kami berinvestasi lebih banyak di satu area untuk melayani komunitas, maka itu berarti kami memiliki lebih sedikit modal untuk dialokasikan ke area lainnya. Jadi, kami memang perlu mengurangi ukuran perusahaan sampai batas tertentu,” kata Zuckerberg dikutip dari Fast Company pada Sabtu (2/5/2026).

Dia juga menyoroti perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat efisiensi teknologi. Menurutnya, tim yang sebelumnya membutuhkan puluhan hingga ratusan orang kini bisa dijalankan oleh tim yang jauh lebih kecil.

Dia mengatakan, apabila sebelumnya satu tim membutuhkan 50 atau 100 orang dan sekarang hanya perlu 10 orang, maka mempertahankan jumlah besar tersebut justru bisa menjadi kontraproduktif ke depan.

“Jadi, kami perlu memperbaiki itu,” imbuhnya.

Di sisi lain, kondisi internal perusahaan disebut mengalami penurunan moral karyawan dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data dari platform anonim Blind yang dikutip Fast Company, sentimen negatif terhadap Meta meningkat hingga empat kali lipat sejak 2024.

Menanggapi situasi ini, Chief Financial Officer Meta Susan Li mengatakan, perusahaan tengah fokus memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, sekaligus mengevaluasi ukuran organisasi yang paling optimal.

“Perusahaan sangat fokus memanfaatkan alat AI untuk meningkatkan produktivitas dan kami masih mencari ukuran organisasi yang paling optimal,” ujarnya.

Dia menambahkan biaya kompensasi karyawan diperkirakan menurun setelah PHK, meskipun akan diimbangi dengan biaya restrukturisasi dalam jangka pendek. Sementara itu, Chief People Officer Meta Janelle Gale tidak menutup kemungkinan adanya PHK lanjutan.

“Apakah akan ada PHK lagi? Pertanyaan itu selalu muncul. Saya ingin mengatakan tidak akan ada lagi PHK, tetapi saya tidak bisa menjanjikan sesuatu yang tidak dapat kami penuhi,” katanya seperti dikutip dari Business Insider.

Dia menambahkan perusahaan akan terus menyesuaikan tim dan berupaya merelokasi talenta yang ada.

Selain faktor internal, Zuckerberg juga menyinggung dampak kondisi global, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, kenaikan harga energi akibat konflik tersebut memengaruhi belanja konsumen.

“Jika harga minyak naik, konsumen akan menghabiskan lebih banyak uang untuk minyak dan bahan bakar dan lebih sedikit untuk hal-hal yang bersifat diskresioner yang biasanya menjadi target iklan,” jelasnya.

Tekanan tersebut turut berdampak pada kinerja saham Meta yang sempat turun hingga 10%. Penurunan ini dipicu kekhawatiran investor setelah perusahaan meningkatkan proyeksi belanja modal tahun ini.

Meta diketahui berencana mengalokasikan hingga US$145 miliar atau sekitar Rp2.501,25 triliun, yang sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur AI. Di tengah perubahan besar ini, Zuckerberg menegaskan perusahaan juga akan mengalihkan fokus untuk mengembangkan lebih banyak aplikasi baru di masa depan.

#meta #phk #mark-zuckerberg #kecerdasan-buatan-ai #ai

https://teknologi.bisnis.com/read/20260502/84/1970841/mark-zuckerberg-ungkap-ai-dan-perang-jadi-faktor-meta-phk-massal-karyawan