Sekjen Dewan Nasional KEK Ungkap Tantangan Investasi di Tengah Gejolak Geopolitik

Sekjen Dewan Nasional KEK Ungkap Tantangan Investasi di Tengah Gejolak Geopolitik

Plt. Sekjen Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengungkap tantangan investasi di KEK Indonesia akibat gejolak geopolitik, seperti selektivitas investor, disrupsi rantai pasok, dan persaingan a

(Bisnis.Com) 30/04/26 13:35 207520

Bisnis.com, JAKARTA — Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rizal Edwin Manansang mengungkapkan ragam tantangan yang dihadapi KEK di Indonesia seiring dengan gejolak geopolitik, terjadinya perang di Timur Tengah.

Dia mengatakan bahwa tantangan pertama yang dihadapi adalah investor cenderung lebih selektif dalam melakukan ekspansi. Keputusan investasi saat ini lebih berhati-hati, dipengaruhi oleh kondisi permintaan global, arah kebijakan ekonomi di berbagai negara, serta volatilitas nilai tukar dan suku bunga global.

Kedua, terjadinya disrupsi pada rantai pasok global yang berdampak pada peningkatan biaya logistik dan produksi. Hal ini turut memengaruhi perhitungan kelayakan investasi, termasuk di KEK.

Ketiga, persaingan antarnegara dalam menarik investasi semakin ketat. Berbagai negara secara aktif menawarkan insentif dan kemudahan regulasi yang semakin kompetitif untuk menarik relokasi industri global.

"Namun demikian, kondisi ini tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga membuka peluang. Indonesia, melalui KEK, memiliki posisi strategis untuk menangkap relokasi industri global dengan menawarkan kombinasi insentif, kemudahan berusaha, serta potensi pasar domestik yang besar," katanya dalam jawaban tertulis kepada Bisnis pada Kamis (30/4/2026).

Dengan demikian, menurutnya meskipun investor saat ini lebih selektif, KEK tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi investasi yang adaptif, kompetitif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika global.

Di sisi lain, ragam insentif fiskal dan nonfiskal yang diberikan di KEK menurutnya saat ini pada dasarnya sudah kompetitif dibandingkan negara pesaing di kawasan.

Dari sisi fiskal, Indonesia menawarkan berbagai fasilitas menarik seperti seperti tax holiday dan tax allowance terhadap PPh badan, pembebasan bea masuk dan PPN, serta berbagai fasilitas fiskal lainnya.

Sementara, dari sisi non fiskal, KEK didukung oleh kemudahan perizinan melalui pelayanan satu pintu, kebijakan khusus di bidang ketenagakerjaan, pertanahan, dan lain-lain.

"Namun demikian, perlu dipahami bahwa daya saing KEK tidak hanya ditentukan oleh desain insentif dan kebijakan di atas kertas, melainkan implementasi dan ekosistem investasi secara keseluruhan," katanya.

KEK pun terus melakukan perbaikan berkelanjutan pada aspek kebijakan, layanan, integrasi dengan rantai pasok global, serta kesiapan SDM, teknologi, dan infrastruktur.

Dia menjelaskan bahwa saat ini telah terdapat 25 KEK yang tersebar dari ujung Barat hingga Timur Indonesia, secara rinci.

- 13 KEK Industri: KEK Arun Lhokseumawe, KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Sauh, KEK Galang Batang, KEK Kendal, KEK Industropolis Batang, KEK Gresik, KEK Setangga, KEK Palu, KEK Bitung, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), KEK Morotai, KEK Sorong.

- 6 KEK Pariwisata: KEK Mandalika, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Lesung, KEK Likupang, KEK Lido, dan KEK Kura Kura Bali.

- 2 KEK Kesehatan, yaitu KEK Sanur di Bali dan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Kepulauan Riau.

- 1 KEK Digital yaitu KEK Nongsa di Kepulauan Riau.

- 2 KEK Pendidikan dan Teknologi yaitu KEK Singhasari di Jawa Timur dan KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten di Banten.

- 1 KEK jasa lainnya yaitu KEK Batam Aero Technic di Kepulauan Riau.

Adapun, hingga akhir tahun 2025, KEK berhasil mencatatkan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp336 triliun yang berasal dari 407 badan usaha dan pelaku usaha di KEK. Dari aktivitas tersebut, KEK telah menyerap tenaga kerja sebanyak 249.072 orang.

Khusus untuk 2025, realisasi investasi di 25 KEK mencapai Rp82,6 triliun atau 98% dari target yang telah ditetapkan. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja mencapai 88.541 orang.

#investasi-kek #tantangan-investasi #geopolitik-global #relokasi-industri #insentif-fiskal #insentif-nonfiskal #tax-holiday #tax-allowance #rantai-pasok-global #daya-saing-kek #investasi-indonesia #kek

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260430/9/1970346/sekjen-dewan-nasional-kek-ungkap-tantangan-investasi-di-tengah-gejolak-geopolitik