Laba BRI Tembus Rp15,5 Triliun, Kredit Tumbuh tapi Risiko Ikut Naik
Kinerja BRI ditopang pertumbuhan pendapatan bunga.
(Republika) 30/04/26 09:33 207278
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp15,5 triliun pada kuartal I 2026. Perolehan ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Hingga akhir Triwulan I 2026 terus menunjukan hasil yang positif,” ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Taklimat Media Kinerja Keuangan BRI Kuartal I 2026 yang digelar secara daring, Kamis (30/4/2026).
Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun, naik 5,94 persen secara tahunan. Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperlebar margin bunga bersih bank.
Dari sisi penyaluran kredit, BRI membukukan total kredit dan pembiayaan sekitar Rp1.497 triliun secara konsolidasi per Maret 2026, tumbuh sekitar 13 persen dibandingkan tahun lalu. Penyaluran ini antara lain ditopang Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp47,09 triliun kepada sekitar 947 ribu nasabah. Selain itu, pembiayaan perumahan melalui skema FLPP mencapai Rp17,13 triliun untuk sekitar 125 ribu debitur.
Pertumbuhan kredit tersebut berdampak langsung pada masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan sektor perumahan yang menjadi fokus utama pembiayaan BRI. Akses pembiayaan yang lebih luas membuka peluang ekspansi usaha dan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Namun, di tengah ekspansi itu, kualitas kredit menunjukkan tekanan. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto naik menjadi 3,31 persen dari sebelumnya sekitar 3 persen. Sementara NPL net juga meningkat menjadi 1,01 persen. Kenaikan ini mencerminkan risiko yang ikut membesar seiring agresivitas penyaluran kredit.
#bank-rakyat-indonesia #laba-bersih #kinerja-keuangan #kredit-usaha-rakyat #pembiayaan-perumahan #rasio-kredit-bermasalah #dana-pihak-ketiga #likuiditas-bank #pertumbuhan-kredit #umkm-dan-perumahan #br