Komdigi Tagih Transparansi Investasi Google dan Soroti Minimnya Talenta Lokal

Komdigi Tagih Transparansi Investasi Google dan Soroti Minimnya Talenta Lokal

Komdigi menuntut transparansi investasi Google di Indonesia dan menyoroti minimnya talenta lokal dalam manajemen. Keterbukaan informasi dan keterlibatan tenaga kerja lokal dianggap penting untuk penge

(Bisnis.Com) 30/04/26 09:39 207246

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melayangkan kritik terhadap pola komunikasi dan struktur sumber daya manusia perusahaan teknologi raksasa atau hyperscaler yang beroperasi di Indonesia, termasuk Google.

Pemerintah menilai selama ini terjadi ketimpangan informasi terkait realisasi investasi infrastruktur digital dengan koordinasi di tingkat kementerian sektoral.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, mengatakan Google telah menyatakan komitmen investasi pada sektor data center dan cloud sejak 2019. Namun, pelaksanaan di lapangan dinilai kurang melibatkan kementeriannya secara langsung.

"Google seolah tidak melihat keberadaan kami karena investasi tersebut tidak melalui kami," ujar Denny dalam sebuah pertemuan industri di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, ketiadaan koordinasi satu pintu ini menyebabkan peta jalan pembangunan infrastruktur digital nasional menjadi kabur. Komdigi mendesak adanya keterbukaan informasi mengenai urgensi dan arah pengembangan bisnis para pemain global tersebut di Tanah Air.

"Tanpa penjelasan langsung, kami sulit memahami peta jalannya," kata Denny.

Dia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya menyasar Google, tetapi juga menyentuh para pemain hyperscaler lain yang terlibat dalam proyek strategis, seperti pembangunan kabel bawah laut. Denny meyakini perusahaan-perusahaan global ini menjalin kemitraan dengan pemain lokal, namun informasi tersebut sering kali tidak sampai ke meja regulator.

Ketertutupan informasi ini berisiko menyulitkan posisi perusahaan di mata pemerintah. Denny mengatakansulit bagi kementerian untuk memberikan dukungan atau pembelaan regulasi jika keberadaan serta kontribusi nyata perusahaan tersebut tidak terlihat secara formal di Komdigi.

Selain masalah koordinasi, Denny menyoroti komposisi tenaga kerja pada kantor representasi hyperscaler di Indonesia. Dia memandang jumlah talenta lokal yang menempati posisi strategis masih sangat minim.

Baginya, kehadiran orang Indonesia asli dalam jajaran manajemen merupakan prasyarat mutlak bagi setiap perusahaan global yang ingin serius menggarap pasar domestik. Hal ini berkaitan erat dengan kemampuan memahami konteks lokal dan kelancaran komunikasi dalam bahasa ibu.

Ke depan, Komdigi berharap ada perbaikan pola relasi antara pemilik teknologi global dengan pemerintah. Keterlibatan tenaga kerja lokal dipandang sebagai jembatan penting untuk memastikan investasi digital tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi memberikan dampak nyata bagi ekosistem talenta nasional.

"Saat ini, Google Indonesia hanya memiliki sedikit representasi orang lokal. Saya meminta keseriusan dari setiap hyperscaler yang masuk ke negara ini. Komitmen ini harus lebih dari sekadar angka," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Principal Architect Google Indonesia Yun Pang hanya mengangguk. “Understand, pak,” kata Pang.

#transparansi-investasi #investasi-google #talenta-lokal #komdigi-kritik #investasi-digital #hyperscaler-indonesia #google-indonesia #infrastruktur-digital #data-center-google #cloud-google #keterbukaa

https://teknologi.bisnis.com/read/20260430/101/1970348/komdigi-tagih-transparansi-investasi-google-dan-soroti-minimnya-talenta-lokal