Antisipasi Dampak El Nino, BI Jabar Ingatkan Kisah Nabi Yunus

Antisipasi Dampak El Nino, BI Jabar Ingatkan Kisah Nabi Yunus

Kepala Kantor BI Perwakilan Jabar Nur mendorong intensifikasi pangan hadapi El Nino, belajar dari kisah Nabi Yunus.

(Bisnis.Com) 27/04/26 18:06 204288

Bisnis.com, BANDUNG -- Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat mendorong penguatan produksi pangan mandiri melalui strategi intensifikasi guna memitigasi dampak fenomena El Nino serta lonjakan permintaan pasar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muhammad Nur mengatakan langkah strategis ini harus dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi di wilayah Jawa Barat melalui pemanfaatan teknologi dan bibit unggul.

BI Jawa Barat menilai kesiapan menghadapi masa kekeringan panjang harus dilakukan sejak dini dengan merujuk pada manajemen stok pangan yang berkelanjutan.

Meskipun dampak El Nino pada tahun ini diprediksi tidak akan seburuk di beberapa negara lain, penguatan sektor produksi tetap menjadi prioritas utama agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah fluktuasi global.

Nur menekankan pentingnya swasembada sebagai fondasi utama stabilitas ekonomi di daerah. Menurutnya, kesiapan pangan merupakan kunci dalam menghadapi berbagai tantangan iklim dan pasar yang dinamis.

"Tapi intinya adalah bahwa kalau kita memang ingin stabil, kita harus produksi swasembada pangan. Kita harus mempersiapkan diri, sebagaimana kita belajar dari kisah Nabi Yusuf yang mempersiapkan diri menghadapi tujuh zaman sulit," ujar Nur usai acara peluncuran Buku "Syariah, West Java Economic Society" di Kantor Pewakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Senin (27/42026).

Terkait tantangan keterbatasan lahan di Jawa Barat, menurutnya perluasan area pertanian atau ekstensifikasi sulit untuk dilakukan secara masif. Oleh karena itu, BI bersama dinas terkait fokus pada program intensifikasi pertanian guna mengejar ketahanan suplai, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mengantisipasi tingginya permintaan pada sektor pangan tertentu.

"Karena Jawa Barat bukan daerah yang bisa melakukan ekstensifikasi karena lahan terbatas, kita melakukan intensifikasi. Caranya dengan menggunakan bibit unggul, teknologi IoT (Internet of Things), dan beberapa hal lain yang bisa mendorong peningkatan supply melalui pembinaan-pembinaan," jelas Nur.

Lebih lanjut, program pembinaan tersebut dilakukan secara inklusif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelompok tani hingga institusi pendidikan berbasis agama melalui ekosistem ekonomi syariah. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat akar rumput.

"Pembinaan ini ada yang melalui pesantren melalui program pesantren mandiri, ada juga melalui kelompok-kelompok tani dan sebagainya. Ini terus kita lakukan agar supply pangan kita tetap cukup dan stabil," pungkasnya.

1777279150_47a3002d-7c58-4511-b5d2-4d0ff20d3179.
1777279150_47a3002d-7c58-4511-b5d2-4d0ff20d3179.

#el-nino #dampak-el-nino #bi-jabar #produksi-pangan #stabilitas-harga #ketahanan-ekonomi #teknologi-pertanian #bibit-unggul #swasembada-pangan #manajemen-stok-pangan #tantangan-iklim #intensifikasi-per

https://bandung.bisnis.com/read/20260427/549/1969599/antisipasi-dampak-el-nino-bi-jabar-ingatkan-kisah-nabi-yunus