BI jembatani

BI jembatani "gap" permintaan-penawaran kredit lewat program PINISI

Bank Indonesia (BI) menjembatani kesenjangan atau gap antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) kredit melalui program Percepatan Intermediasi ...

(Antara) 27/04/26 18:07 204282

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) menjembatani kesenjangan atau gap antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) kredit melalui program Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI) untuk mengoptimalkan intermediasi perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Lewat PINISI, kita berusaha untuk mempertemukan antara demand side dari sisi korporasi/konsumen yang butuh kredit, dengan supply side bank-bank yang mempunyai kelebihan kredit atau kelebihan plafon dana untuk dialokasikan,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti di Jakarta, Senin.

Destry menyebutkan bahwa siklus keuangan domestik saat ini masih berada di bawah pergerakan ekonomi makro. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ruang ekspansi kredit masih terbuka lebar tanpa memicu tekanan inflasi karena kapasitas ekonomi yang memadai.

PINISI sendiri merupakan bagian dari kebijakan makroprudensial bank sentral Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi intermediasi perbankan.

Melalui PINISI, BI juga berupaya mempercepat penyelesaian hambatan (debottlenecking) pembiayaan proyek prioritas. Selain itu, BI mendorong pengembangan skema pembiayaan inovatif, tidak hanya melalui kredit perbankan, tetapi juga dengan kombinasi blended finance.

Destry menambahkan, PINISI turut mencakup penguatan pemantauan (monitoring) melalui pendekatan end-to-end ecosystem financing guna memastikan realisasi pembiayaan proyek berjalan efektif.

Di sisi lain, BI menilai perlu adanya penguatan project preparation dan peningkatan bankability pada pipeline proyek, khususnya untuk program strategis pemerintah.

Dalam jangka panjang, PINISI ditujukan untuk mendorong pembiayaan yang optimal, prudent, dan inovatif; meningkatkan efektivitas eksekusi proyek; serta menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.

Pada akhirnya, ujar Destry, inisiatif dari bank sentral ini diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing Indonesia di tingkat global.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan terdapat tiga semangat utama yang diusung dalam pelaksanaan PINISI.

Pertama, peningkatan kerja bersama antara pemerintah, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Danantara, perbankan, investor, dan pelaku usaha untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan rakyat.

Kedua, PINISI tidak dimaksudkan untuk reinventing the wheel, melainkan memanfaatkan berbagai inisiatif yang sudah dan akan berjalan, termasuk pipeline program dan proyek pemerintah, inisiatif dunia usaha, serta penguatan ekosistem Danantara agar dapat direalisasikan secara optimal bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui pencarian solusi bersama.

Ketiga, PINISI diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi menghasilkan interaksi yang konkret dalam bentuk kesepakatan pembiayaan maupun realisasi proyek yang dapat segera diimplementasikan.

“Mari kita bersama tingkatkan optimisme, komitmen, dan sinergi melalui PINISI untuk membangun ekonomi kita yang berdaya tahan, stabilitas yang kuat, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan ekonomi kerakyatan yang maju,” kata Perry.

Pada Maret 2026, BI mencatat kredit perbankan tumbuh sebesar 9,49 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 9,37 persen (yoy).

Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Maret 2026 masing-masing tumbuh sebesar 20,85 persen (yoy), 4,38 persen (yoy), dan 5,88 persen (yoy).

BI memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen yang didorong oleh sisi permintaan dan penawaran.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#bank-indonesia #bi #pembiayaan #kredit #perbankan #intermediasi

https://www.antaranews.com/berita/5544312/bi-jembatani-gap-permintaan-penawaran-kredit-lewat-program-pinisi