Kampanye Karbon Diluncurkan, Aksi Individu Mulai Diukur
Kampanye AKU NET-ZERO HERO dorong masyarakat ikut kurangi emisi lewat pembelian kredit karbon berbasis proyek energi bersih.
(Kompas.com) 24/04/26 21:38 202269
JAKARTA, KOMPAS.com — Peluncuran kampanye “AKU NET-ZERO HERO” menjadi upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengurangan emisi karbon melalui langkah yang lebih terukur dan terhubung langsung dengan proyek energi bersih.
Inisiatif ini digagas IDXCarbon bersama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan Jejakin pada Rabu (22/04/2026) di Gedung Bursa Efek Indonesia. Kampanye ini memperkenalkan gaya hidup rendah karbon dengan pendekatan yang sederhana dan mudah diakses.
“Ketika seseorang melakukan offsetting, sesungguhnya ia sedang mendukung proyek nyata seperti pengolahan limbah menjadi energi di Sei Mangkei,” ujar Direktur Sumber Daya Manusia & Penunjang Bisnis Pertamina NRE A.A.A. Indira Pratyaksa, melalui keterangan pers, Jumat (24/4/2026).
“Di situlah esensi dari transisi energi, bagaimana setiap langkah kecil dapat dikonversi menjadi dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Kredit karbon dari proyek energi bersih
Pertamina NRE sebelumnya telah memperdagangkan kredit karbon dari proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Lahendong unit 5 dan 6. Dalam kampanye ini, perusahaan kembali menerbitkan kredit karbon yang bersumber dari proyek pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.
Kredit karbon tersebut terintegrasi dalam fitur Livin’ Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri, sehingga memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam mekanisme carbon offset atau kompensasi emisi karbon melalui pembelian kredit karbon. Jejakin dilibatkan dalam proses perhitungan emisi karbon untuk memastikan transparansi dan akurasi.
Melalui skema ini, pengguna aplikasi dapat mengaitkan aktivitas sehari-hari dengan kontribusi terhadap proyek pengurangan emisi yang telah terverifikasi.
Dorong literasi dan partisipasi publik
Peluncuran kampanye ini juga diarahkan untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap pasar karbon sekaligus membangun ekosistem yang lebih inklusif dan kredibel.
PLTBg Sei Mangkei sendiri memiliki kapasitas 2,4 megawatt (MW) dan memanfaatkan palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit menjadi energi listrik. Proses ini turut menekan emisi gas metana secara signifikan.
Selain berkontribusi terhadap penurunan emisi, proyek ini juga menghadirkan nilai tambah ekonomi dan mendukung keberlanjutan operasional di sektor energi.
“Perubahan iklim bukan lagi isu jangka panjang, dampaknya sudah kita rasakan hari ini,” kata Indira.
“Karena itu, aksi harus dimulai sekarang dan melibatkan semua pihak,” tambahnya.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang membuat kontribusi individu menjadi lebih mudah, terukur, dan terhubung langsung dengan dampak nyata di lapangan,” tutup Indira.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang