Pembiayaan Berkelanjutan BCA (BBCA) Tembus Rp258 Triliun pada Kuartal I/2026

Pembiayaan Berkelanjutan BCA (BBCA) Tembus Rp258 Triliun pada Kuartal I/2026

BCA catat pembiayaan berkelanjutan Rp258 triliun di Q1 2026, naik 10% YoY, dengan pembiayaan hijau Rp113 triliun.

(Bisnis.Com) 24/04/26 16:15 201865

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA melaporkan pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan sepanjang kuartal I/2026.

Dalam laporan kinerja per Maret 2026, bank milik Grup Djarum itu menorehkan pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) sebesar 10,0% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp258 triliun, dibandingkan dengan Rp235 triliun pada periode tiga bulan tahun sebelumnya.

Dari nilai tersebut, total outstanding untuk pembiayaan hijau (green financing) menembus Rp113 triliun. Capaian ini merefleksikan pertumbuhan tahunan sebesar 7,7% dibandingkan dengan Rp105 triliun pada kurun Januari–Maret 2025.

Adapun pembiayaan untuk usaha skala kecil dan menengah yang masuk dalam sektor berkelanjutan tumbuh 12% YoY menjadi Rp146 triliun, dibandingkan dengan Rp130 triliun pada tahun sebelumnya.

BCA tidak memperinci secara detail sektor-sektor yang menerima pendanaan hijau tiga bulan pertama 2026. Meski demikian, pembiayaan sistem operasional kendaraan listrik tercatat memiliki outstanding sebesar Rp3,65 triliun, sementara pembiayaan untuk energi terbarukan mencapai Rp7,1 triliun dengan kapasitas 323 mega watt (MW).

Secara keseluruhan, BBCA membukukan penyaluran kredit sebesar Rp994 triliun hingga Maret 2026, meningkat 5,6% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp941,4 triliun.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyampaikan bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri sangat memengaruhi kinerja kredit perseroan pada kuartal I/2026.

“Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” kata Hendra dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Kuartal I/2026 secara daring, Kamis (23/4/2026).

Hingga akhir Maret 2026, kredit BCA utamanya ditopang oleh kredit produktif sebesar Rp760,2 triliun, meningkat 7,8% YoY dibandingkan posisi kuartal I/2025.

Hendra memastikan, perseroan senantiasa menyalurkan kredit dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin. Rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga, masing-masing 5,1% dan 1,8%. Rasio pencadangan LAR dan NPL ada pada level solid, masing-masing 69,7% dan 174,6%.

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) BCA hingga Maret 2026 mencapai Rp1.292,4 triliun, tumbuh 8,3% YoY. Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total DPK perseroan. Dengan demikian, total laba BCA dan entitas anak mencapai Rp14,7 triliun hingga Maret 2026.

#bca #pembiayaan-berkelanjutan #sustainable-finance #pembiayaan-hijau #green-financing #usaha-kecil-menengah #sektor-berkelanjutan #kendaraan-listrik #energi-terbarukan #penyaluran-kredit #kredit-produ

https://hijau.bisnis.com/read/20260424/653/1969131/pembiayaan-berkelanjutan-bca-bbca-tembus-rp258-triliun-pada-kuartal-i2026