Meta PHK 8.000 Pekerja Saat Investasi AI Melonjak
Meta Platforms mengumumkan rencana memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya, atau sekitar 8.000 karyawan, mulai 20 Mei 2026.
(Kompas.com) 24/04/26 12:07 201554
JAKARTA, KOMPAS.com — Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali mengguncang industri teknologi global setelah Meta Platforms mengumumkan rencana memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya, atau sekitar 8.000 karyawan, mulai 20 Mei 2026.
Selain memangkas tenaga kerja, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu juga menghentikan perekrutan untuk sekitar 6.000 posisi yang sebelumnya masih terbuka.
Langkah ini menandai restrukturisasi besar terbaru Meta, di tengah lonjakan investasi perusahaan untuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan infrastruktur pusat data.
SHUTTERSTOCK/ANDRII YALANSKYI Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK).Dalam memo internal, Chief People Officer Meta Janella Gale menyebut keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional.
“Kami membuat keputusan sulit untuk menyelaraskan sumber daya dengan prioritas strategis jangka panjang kami,” demikian isi memo internal Meta, dikutip dari Business Insider, Jumat (24/4/2026).
Rencana PHK ini datang di saat Meta justru mengerek belanja modal (capital expenditure/capex) secara agresif.
Perusahaan disebut menyiapkan belanja modal sebesar 115 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 1.987,9 triliun (asumsi kurs Rp 17.287 per dollar AS) hingga 135 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.333,7 triliun pada 2026, melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya, terutama untuk menopang pengembangan AI, chip, dan pusat data.
Besarnya investasi itu memunculkan ironi: saat Meta meningkatkan pengeluaran untuk ekspansi teknologi, perusahaan justru memangkas ribuan pekerja.
CNN melaporkan, langkah tersebut memperkuat sinyal bahwa perusahaan teknologi besar mulai menata ulang struktur tenaga kerja seiring AI mengambil peran lebih besar dalam produktivitas perusahaan.
NOYB Ilustrasi Meta, induk dari Facebook, Instagram, Threads, dan WhatsAppBahkan, PHK kali ini disebut bukan sekadar efisiensi biasa, melainkan bagian dari reposisi bisnis menuju operasi yang lebih berbasis otomasi dan teknologi AI.
AI jadi poros restrukturisasi
PHK Meta terjadi saat Chief Executive Officer Meta Mark Zuckerberg mempercepat ambisi perusahaan di bidang AI.
Fokus ini antara lain ditunjukkan lewat pembentukan Meta Superintelligence Labs, pengembangan model AI baru, serta ekspansi infrastruktur komputasi.
Dalam laporan CBS News, restrukturisasi ini dipandang berkaitan erat dengan upaya mengalihkan sumber daya menuju pengembangan AI, meski perusahaan tidak secara eksplisit menyebut AI sebagai alasan formal pemangkasan tenaga kerja.
Dan Ives dari Wedbush Securities, menilai langkah Meta menunjukkan perusahaan berupaya menjaga disiplin biaya sambil mempertahankan agresivitas belanja AI.
Menurut dia, pasar melihat pengendalian biaya sebagai bagian dari strategi menopang investasi teknologi baru.
Langkah Meta juga datang setelah serangkaian pemangkasan sebelumnya. Awal 2026, perusahaan telah melakukan pengurangan karyawan di beberapa unit, termasuk perekrutan, media sosial, penjualan, dan Reality Labs.
Putaran terbaru ini menunjukkan efisiensi belum berhenti.
Dalam memo internal yang dikutip media, Gale juga menyampaikan penghargaan terhadap karyawan terdampak.
“Rekan-rekan yang terdampak telah memberi kontribusi berarti bagi perusahaan,” demikian kutipan memo tersebut.
Jonathan Raa/NurPhoto/Getty Images Ilustrasi Meta AIUntuk karyawan terdampak di Amerika Serikat, Meta disebut menawarkan pesangon 16 minggu gaji pokok ditambah dua minggu untuk tiap masa kerja satu tahun, serta perlindungan asuransi kesehatan tambahan.
Tekanan biaya dan pergeseran prioritas
Selain agresif berinvestasi di AI, Meta juga menghadapi lonjakan biaya operasional.
Associated Press melaporkan total pengeluaran perusahaan pada 2026 diperkirakan bisa mencapai 169 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.921,5 triliun, dipicu belanja infrastruktur dan perekrutan talenta AI berbayaran tinggi.
Kondisi ini membuat pengurangan tenaga kerja dilihat sebagai cara menyeimbangkan tekanan biaya.
Axios melaporkan, kenaikan biaya AI menjadi salah satu alasan perusahaan teknologi besar kini makin agresif menekan margin lewat efisiensi tenaga kerja.
Dalam konteks Meta, ini juga berkaitan dengan kebutuhan meyakinkan investor bahwa lonjakan capex tidak menggerus profitabilitas.
Di pasar saham, dikutip dari Barron\'s, respons awal investor cenderung positif meski saham Meta sempat terkoreksi usai pengumuman PHK. Sebagian analis menilai pemangkasan justru memberi ruang bagi perusahaan menjaga profit sembari mempercepat monetisasi AI.
Al Jazeera dalam laporannya menyoroti fenomena yang lebih luas: AI bukan hanya menjadi mesin pertumbuhan baru, tetapi juga mendorong perusahaan meninjau kembali kebutuhan tenaga kerja manusia.
Narasi ini makin menguat setelah sejumlah eksekutif teknologi mulai terbuka membicarakan potensi AI menggantikan sebagian fungsi pekerja kantoran.
PHK bukan hanya di Meta
FREEPIK/PCH.VECTOR Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK).PHK Meta juga berlangsung bersamaan dengan langkah serupa di perusahaan teknologi lain. Pada hari yang sama, Microsoft menawarkan program buyout sukarela kepada sekitar 7 persen pekerja di AS, atau sekitar 8.000 orang.
Meski mekanismenya berbeda, yakni buyout sukarela versus PHK. Kedua langkah itu menunjukkan pola yang sama: perusahaan teknologi besar menyesuaikan struktur biaya di tengah perlombaan AI.
Associated Press mencatat, Meta dan Microsoft sama-sama menghadapi belanja masif untuk AI dan data center, yang memaksa perusahaan mencari efisiensi di sisi lain.
Fenomena ini memperkuat perubahan lanskap industri teknologi, dari era ekspansi tenaga kerja ke fase rasionalisasi berbasis produktivitas.
Di Meta, isu itu makin sensitif karena perusahaan sebelumnya dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi dengan ekspansi rekrutmen agresif.
Pada 2022, Meta memangkas 11.000 pekerja. Pada 2023, perusahaan kembali mengurangi 10.000 pekerja. Putaran baru 2026 memperpanjang daftar restrukturisasi besar yang sebelumnya sempat dilabeli Zuckerberg sebagai "tahun efisiensi"
Kekhawatiran soal dampak AI terhadap pekerjaan
Di luar persoalan efisiensi korporasi, PHK Meta kembali memicu perdebatan soal dampak AI terhadap pasar kerja.
Sebagian analis melihat pemangkasan ini bukan hanya soal siklus bisnis, tetapi tanda pergeseran fundamental bahwa investasi AI berpotensi menggantikan sebagian pekerjaan administratif, teknis, hingga fungsi pendukung.
Dalam laporan CNN, sejumlah pengamat menilai perusahaan-perusahaan teknologi mulai menguji model organisasi yang lebih ramping, dengan produktivitas yang ditopang otomatisasi.
Namun Meta menekankan keputusan tersebut berkaitan dengan prioritas investasi dan efisiensi, bukan sekadar substitusi pekerja oleh AI.
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah di berbagai sektor di AS, memicu kecemasan pekerja. Sejumlah perusahaan besar mengumumkan pemangkasan tenaga kerja dalam jumlah besar.Dalam memo internal, Gale menyebut keputusan itu “sulit namun diperlukan” untuk mendukung fokus jangka panjang perusahaan.
Sementara itu, USA Today melaporkan pemberitahuan kepada karyawan terdampak akan mulai dilakukan 20 Mei, dengan kemungkinan restrukturisasi tambahan pada paruh kedua 2026.
Artinya, pasar masih menunggu apakah gelombang PHK ini akan menjadi satu kali penyesuaian atau bagian dari perubahan yang lebih besar.
Taruhan besar Zuckerberg
Pada akhirnya, PHK Meta memperlihatkan besarnya taruhan perusahaan terhadap AI.
Di satu sisi, Meta mempercepat investasi raksasa untuk teknologi yang diyakini menjadi mesin pertumbuhan baru. Di sisi lain, strategi itu dibayar lewat pengetatan biaya dan pemangkasan tenaga kerja.
Bagi investor, langkah ini dibaca sebagai disiplin biaya untuk menopang ekspansi AI.
Bagi pekerja, ini menambah ketidakpastian baru di tengah perubahan cepat industri teknologi.
Dan bagi industri secara keseluruhan, PHK Meta mempertegas satu hal: perlombaan AI kini bukan hanya soal siapa paling maju secara teknologi, tetapi juga siapa paling cepat menyesuaikan struktur bisnis untuk membiayainya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#mark-zuckerberg #indepth #meta #phk-meta #ai #phk
https://money.kompas.com/read/2026/04/24/120755226/meta-phk-8000-pekerja-saat-investasi-ai-melonjak