Pemerintah Gandeng 23 Dapur untuk Konsumsi Jemaah Haji di Madinah

Pemerintah Gandeng 23 Dapur untuk Konsumsi Jemaah Haji di Madinah

Pemerintah kontrak 23 dapur di Madinah untuk jemaah haji Indonesia, memastikan konsumsi 3 kali sehari dengan cita rasa khas Indonesia dan pengawasan ketat.

(Bisnis.Com) 21/04/26 09:05 197458

Bisnis.com, JAKARTA — Jemaah haji Indonesia gelombang pertama dipastikan tidak perlu mengkhawatirkan konsumsi selama berada di Madinah. Pemerintah telah menyiapkan layanan katering dengan menjaga cita rasa khas Indonesia.

Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja (Daker) Madinah Beny Darmawan mengatakan terdapat 23 dapur atau katering yang telah dikontrak untuk melayani kebutuhan makan jemaah.

“Seluruhnya sudah melalui proses seleksi oleh Kemenhaj Republik Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (20/4) waktu setempat.

Selama sekitar sembilan hari di Madinah, jemaah akan mendapatkan konsumsi sebanyak 27 kali atau tiga kali sehari. Pola ini disesuaikan dengan kebiasaan makan masyarakat Indonesia.

Beny menjelaskan kualitas makanan menjadi perhatian utama, tidak hanya dari sisi porsi, tetapi juga menu dan cita rasa. Untuk menjaga konsistensi rasa, bumbu masakan didatangkan langsung dari Indonesia dalam bentuk pasta.

“Penggunaan bumbu pasta lebih efisien dalam distribusi dan produksi dibandingkan bahan mentah,” jelasnya.

Selain itu, setiap dapur diwajibkan memiliki tenaga juru masak dari Indonesia, yakni minimal dua koki utama dan empat asisten. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari standar layanan konsumsi bagi jemaah.

Dari sisi kesiapan, seluruh dapur telah siap beroperasi 100%. Layanan konsumsi akan langsung diberikan saat jemaah tiba di Madinah pada Rabu (22/4).

Adapun dapur katering diwajibkan telah siap paling lambat 10 hari sebelum operasional, termasuk ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja.

Beny menambahkan layanan konsumsi juga memperhatikan kebutuhan jemaah lanjut usia (lansia). Menu dapat disesuaikan, terutama dari sisi tekstur makanan agar lebih mudah dicerna.

“Untuk lansia, menu bisa disesuaikan, misalnya nasi dibuat lebih lunak atau menjadi bubur,” katanya.

Guna menjamin kualitas dan keamanan makanan, pengawasan dilakukan secara berlapis. Pemeriksaan mencakup bahan baku, proses memasak, hingga penyajian.

Selain itu, pengujian sampel makanan dilakukan di tiga titik, yakni kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta di sektor tempat jemaah menginap.

“Pengawasan terakhir dilakukan oleh petugas konsumsi di hotel sebelum makanan disajikan kepada jemaah,” ujar Beny.

Dengan skema tersebut, pemerintah memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Madinah tetap terjaga, baik dari sisi kualitas, keamanan, maupun cita rasa.

#jemaah-haji #konsumsi-jemaah #katering-haji #dapur-katering #makanan-khas-indonesia #bumbu-masakan-indonesia #juru-masak-indonesia #konsumsi-lansia #menu-jemaah-haji #kualitas-makanan-haji #keamanan-m

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260421/12/1968107/pemerintah-gandeng-23-dapur-untuk-konsumsi-jemaah-haji-di-madinah