DRMA Bidik Kinerja 2026 Naik Dobel Digit, Perkuat Bisnis Baterai

DRMA Bidik Kinerja 2026 Naik Dobel Digit, Perkuat Bisnis Baterai

DRMA targetkan pertumbuhan dobel digit pada 2026 dengan memperkuat bisnis baterai dan ekspansi ke energi terbarukan serta pasar ekspor.

(Bisnis.Com) 17/04/26 12:49 194422

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten komponen otomotif besutan konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) menargetkan pertumbuhan top line dan bottom line sebesar dobel digit pada tahun ini.

Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso, berharap target tersebut dapat dicapai di tengah perang Iran, yang membuat menurunnya minat masyarakat di industri otomotif dalam negeri. Dia menerangkan, penjualan mobil selama tiga bulan belakangan hanya berkisar pada 200.000 unit.

”Kami menargetkan di tahun 2026 peningkatan revenue sebesar kurang lebih 10% di atas, tentunya untuk bottom line akan mengikuti hal yang sama. Kami berharap bahwa sisa 9 bulan ke depan itu akan menunjukkan performa yang baik sehingga akan menunjang apa yang kami targetkan,” katanya dalam Konferensi Pers DRMA, Jumat (17/4/2026).

Menunjang pencapaian target tersebut, sejumlah upaya diversifikasi juga dilakukan DRMA. Salah satunya, memperbesar cakupan bisnis ke renewable energy component. DRMA disebut tengah mempersiapkan diri dengan menyiapkan batteryenergy storage system.

Selain itu, DRMA juga mulai merambah ke bisnis after market, dengan memproduksi auxiliary battery. Juga, DRMA menargetkan pertumbuhan di pasar ekspor sekitar 50% pada tahun ini.

”Jadi harapannya tetap untuk tahun ini memang ada challenge, ada tantangan-tantangan yang harus kami hadapi. Tapi kami juga melihat bahwa di setiap ada tantangan ini tentunya ada opportunity yang bisa kami dapatkan,” tegasnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada Desember 2025, laba bersih DRMA naik 12,6% menjadi Rp652,6 miliar dibandingkan dengan pencapaian laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sepanjang 2024 senilai Rp579,3 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan laba bersih, penjualan bersih DRMA naik 7,8% dari Rp5,507 triliun pada 2024 dibandingkan dengan pada Rp5,93 triliun.

Beban pokok penjualan juga tercatat naik 6,6% secara tahunan dari Rp4,504 triliun pada 2024 menjadi Rp4,86 triliun pada 2025.

Dari sisi aset, DRMA mencatat total aset Rp4,2 triliun pada 2025 dibandingkan dengan pada 2024 senilai Rp3,8 triliun. Total liabilitas dan ekuitas menjadi Rp4,28 triliun pada 2025 dibandingkan dengan pada 2024 Rp3,84 triliun.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#drma #kinerja-2026 #bisnis-baterai #pertumbuhan-dobel-digit #otomotif-indonesia #renewable-energy #battery-energy-storage #auxiliary-battery #pasar-ekspor #laba-bersih-drma #penjualan-bersih-drma #ase

https://market.bisnis.com/read/20260417/192/1967395/drma-bidik-kinerja-2026-naik-dobel-digit-perkuat-bisnis-baterai