Program 3 Juta Rumah gerakkan 185 industri dan serap tenaga kerja
Pemerintah memproyeksikan Program 3 Juta Rumah mampu menghidupkan ekosistem ekonomi nasional melalui keterlibatan 185 industri turunan dan menggerakkan roda ...
(Antara) 15/04/26 19:35 192510
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memproyeksikan Program 3 Juta Rumah mampu menghidupkan ekosistem ekonomi nasional melalui keterlibatan 185 industri turunan dan menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar untuk memberikan efek ganda dan penyerapan tenaga kerja secara masif.
“Eksekusi Program 3 Juta Rumah memicu reaksi berantai dan multiplier effect yang menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar,” kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari di Jakarta, Rabu.
Muhammad Qodari menjelaskan bahwa efek berganda tersebut tercipta karena adanya peningkatan permintaan yang signifikan terhadap rantai pasok domestik. Hal ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Pemerintah mencatat bahwa pembangunan perumahan ini mengaktifkan sedikitnya 185 industri turunan yang terbagi dalam dua kelompok utama, yakni sektor hulu dan sektor hilir. Integrasi antarsektor itu dipastikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan selama masa konstruksi hingga pascaserah terima.
Pada sisi hulu, program tersebut akan meningkatkan utilisasi produksi material dasar bangunan di dalam negeri. Beberapa komoditas yang terdampak secara langsung antara lain adalah industri semen, baja ringan, keramik, batu bata, genteng, hingga produk cat.
Sementara itu, geliat ekonomi pada sisi hilir akan mulai bergerak kuat setelah proses serah terima unit rumah dilakukan kepada masyarakat. Kondisi tersebut diprediksi akan menguntungkan sektor UMKM furnitur, produsen alat elektronik rumah tangga, penyedia jasa desain interior, hingga jasa asuransi dan perbankan.
Terkait lapangan kerja, Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan satu unit rumah tapak rata-rata melibatkan lima hingga tujuh pekerja secara langsung maupun tidak langsung. Angka ini menunjukkan potensi penyerapan tenaga kerja yang sangat besar mengingat target pembangunan yang mencapai jutaan unit.
“Program ini telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang membuka peluang kerja riil bagi masyarakat,” ujar Qodari.
Dia menjelaskan bahwa program itu juga membuka peluang kerja bagi berbagai profesi pendukung teknis seperti arsitek, insinyur sipil, dan mandor bangunan. Kehadiran proyek perumahan di berbagai daerah diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru bagi tenaga kerja profesional di sektor konstruksi.
Manfaat ekonomi dari program ini diprediksi akan menjangkau pekerja di luar proses konstruksi utama, termasuk sopir logistik dan pekerja pabrik material. Selain itu, pelaku sektor informal seperti pedagang makanan di sekitar lokasi proyek juga akan merasakan dampak positif dari aktivitas pembangunan yang berkelanjutan.
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026