Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.130 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.130 per dolar AS pada 14 April 2026, dipicu sentimen domestik lemah dan potensi penguatan dolar AS.
(Bisnis.Com) 14/04/26 15:33 190973
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Selasa (14/4/2026) ditutup melemah pada level Rp17.130 sejalan dengan rapuhnya sentimen terhadap aset domestik.
Berdasarkan data tradingview, nilai tukar rupiah ditutup melemah sebesar 0,08% menuju level Rp17.130. Pelemahan mata uang Garuda juga diikuti baht Thailand yang melemah 0,04%, dan dolar Hong Kong terhadap dolar juga terpantau masih melemah 0,06%.
Namun demikian mayoritas mata uang Asia lainnya terpantau terapresiasi. Mata uang yen Jepang terhadap dolar AS menguat 0,17%, yuan China menguat 0,20%. Peso Filipina terhadap dolar AS menguat 0,24%, ringgit Malaysia menguat sebesar 0,48%, rupee India menguat 0,21%.
Won Korea terhadap dolar AS ikut naik sebesar 0,09%, dolar Taiwan juga naik 0,03%. Sementara itu, dolar Singapura terhadap dolar AS terpantau stagnan.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah penguatan mayoritas mata uang global.
Mata uang kawasan Asia hingga mata uang utama dunia tercatat menguat cukup signifikan, menjadikan rupiah sebagai salah satu yang tertinggal pada perdagangan kali ini.
Pelemahan ini mencerminkan masih rapuhnya sentimen terhadap aset domestik. Tekanan tersebut juga memicu arus modal keluar atau capital outflow yang terus berlanjut, memperbesar beban terhadap pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
"Pelemahan Rupiah ini mengarisbawahi sentimen yg masih sangat lemah, dan memicu outflow yang berkelanjutan," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Pelaku pasar saat ini, sebutnya, menaruh perhatian besar pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Bank sentral diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuan.
Namun, absennya kejutan kebijakan seperti kenaikan suku bunga justru berpotensi membuka ruang pelemahan lanjutan bagi rupiah.
Dari sisi global, pasar juga mencermati rilis data inflasi tingkat produsen Amerika Serikat (Producer Price Index/PPI). Angka PPI diperkirakan meningkat ke level 1,2%, sejalan dengan tren kenaikan inflasi konsumen sebelumnya.
Jika data tersebut lebih kuat dari ekspektasi, indeks dolar AS berpotensi kembali menguat dan menekan mata uang emerging markets, termasuk rupiah.
"Dengan kombinasi sentimen domestik yang lemah dan potensi penguatan dolar AS, pergerakan rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan besok Rabu[15/4/2026] di level Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS," jelasnya.
#nilai-tukar-rupiah #rupiah-melemah #dolar-as #mata-uang-asia #sentimen-aset-domestik #capital-outflow #bank-indonesia #suku-bunga-acuan #inflasi-produsen-as #indeks-dolar-as #emerging-markets #pelemah