Paradise Property (INPP) Andalkan Recurring Income Dorong Pertumbuhan
PT Indonesian Paradise Property (INPP) fokus pada pendapatan berulang untuk pertumbuhan stabil di tengah pasar properti yang lesu, dengan ekspansi di kota besar dan strategi mixed-use.
(Bisnis.Com) 14/04/26 12:30 190693
Bisnis.com, JAKARTA — PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) justru mengambil strategi berbeda di tengah melambatnya penjualan properti dan menyusutnya daya serap pasar apartemen saat ini. Adapun, banyak pengembang masih terpaku pada strategi lama yakni menjual sebanyak mungkin unit untuk mengejar pertumbuhan.
Alih-alih bergantung pada penjualan yang fluktuatif, INPP membangun pendapatan yang lebih stabil melalui recurring income. Strategi ini bukan hanya menjadi bantalan pada saat pasar lesu, tetapi juga fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan.
Presiden Direktur sekaligus CEO INPP, Anthony Prabowo Susilo mengatakan pendekatan tersebut menjadi keunggulan kompetitif yang mampu mengubah aset properti dari sekadar produk jual beli menjadi sumber arus kas jangka panjang.
“Dengan porsi recurring income yang kuat untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya dikutip, Selasa (14/4/2026).
Strategi tersebut yang diterapkan INPP terlebih dahulu sebelum mengembangkan proyek residensial. Anthony mengungkapkan strateginya perseroan akan masuk ke tempat yang dilihat berpotensi memberikan recurring income cukup untuk selanjutnya dibangun apartemen. Selain itu, strategi ekspansi agresif tetapi terukur juga dijalankan oleh INPP.
INPP tercatat telah berekspansi di delapan kota besar seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, hingga Makassar. Tak berhenti di situ, ekspansi akan terus berlanjut ke Semarang dan Balikpapan.
Perseroan menggarap tiga lini utama yakni komersial, perhotelan, dan residensial dengan konsep 4M yakni mixed use development, mid scale, middle up, dan major cities,” imbuhnya.
Masuk ke Balikpapan, Anthony menyebut melakukan pendekatan yang berbeda. Alih-alih membangun mal besar, perusahaan justru mengusung konsep mixed use dengan CBD zone berkonsep mid to low density.
“Kami tidak membangun mal besar, tapi lebih ke ruko tiga lantai dengan untuk kafe dan lifestyle. Pasarnya lebih siap ke arah sana,” jelas Anthony.
Selain itu, INPP juga membidik segmen hotel bintang empat plus melalui rencana pembangunan Hyatt Place di kawasan tersebut. Balikpapan dinilai memiliki potensi besar sebagai kota maju di Kalimantan dengan basis ekonomi yang kuat.
Di sisi proyek residensial, Anthony juga blak-blakan soal kondisi pasar properti, khususnya apartemen high rise yang dinilai semakin tidak feasible. Fenomena ini membuat INPP lebih memilih mengembangkan proyek mid rise yang lebih realistis dengan daya serap pasar saat ini.
“Penyerapan pasar itu yang menentukan sehat atau tidaknya proyek. Kalau tidak sesuai, bisa berujung mangkrak,” tegasnya.
Dengan kombinasi strategi ekspansi terukur, intensifikasi aset, serta fokus pada recurring income, INPP optimistis mampu menjaga pertumbuhan dan profitabilitas double digit dalam jangka panjang.
INPP menargetkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sekitar 5%-10% pada 2026, didorong oleh monetisasi proyek Antasari Place dan operasional 23 Semarang Shopping Center. Fokus utama perusahaan adalah meningkatkan recurring income (pendapatan berulang) menjadi di atas 75% pada 2026, yang didukung oleh perluasan portofolio hotel dan pusat perbelanjaan.
Sejauh ini, proyek residensial Antasari Place juga mencatatkan kinerja impresif. Dari total 980 unit, hanya tersisa sekitar 70 unit, dengan mayoritas penjualan terdorong insentif PPN DTP pada 2025. INPP bahkan sudah menyiapkan rencana pembangunan tower kedua.
#indonesian-paradise-property #inpp #recurring-income #pertumbuhan-berkelanjutan #strategi-inpp #properti-berkelanjutan #ekspansi-inpp #mixed-use-development #proyek-residensial #hotel-bintang-empat #p