Mengukur Daya Serap Investor di Saham IPO Usai Pencatatan Perdana WBSA

Mengukur Daya Serap Investor di Saham IPO Usai Pencatatan Perdana WBSA

IPO WBSA sukses dengan oversubscribed 386,86 kali, menunjukkan minat investor tinggi meski IHSG tertekan. Ini bisa jadi katalis positif jangka pendek.

(Bisnis.Com) 01/01/70 07:00 187708

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) terus menyusut sejak 2023. Tahun ini, baru ada 1 emiten melantai di bursa per tanggal 10 April 2026. Kondisi pasar dan daya serap investor saat ini menjadi salah satu faktor minimnya realisasi IPO.

Sampai dengan 9 April 2026, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami koreksi 15,49% secara year to date (YtD) ke level 7.307. Sejak awal tahun tercatat net sell asing sebesar Rp37,33 triliun. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian menyusut ke 46,22 miliar saham, dan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) kempis ke level Rp26,36 triliun YtD.

#ipo-saham #daya-serap-investor #wbsa-ipo #oversubscribe-saham #pasar-modal-indonesia #ihsg-koreksi #likuiditas-ritel #emiten-logistik #minat-investor #katalis-ihsg #saham-pendatang-baru #investor-rite

https://premium.bisnis.com/read/20260410/656/1965688/mengukur-daya-serap-investor-di-saham-ipo-usai-pencatatan-perdana-wbsa