Paling Dibutuhkan, Segini Konsumsi Harian Bensin dan Solar di Indonesia

Paling Dibutuhkan, Segini Konsumsi Harian Bensin dan Solar di Indonesia

Perbaikan pasokan domestik terlihat pada solar.

(Republika) 09/04/26 17:48 186692

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis kebutuhan harian dua jenis bahan bakar minyak (BBM) yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, yakni bensin dan minyak solar. Dalam paparan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) mencatat kebutuhan bensin nasional mendekati 100 ribu kiloliter (KL) per hari, sedangkan kebutuhan solar menembus lebih dari 111 ribu KL per hari.

Data Ditjen Migas menunjukkan kebutuhan minyak bensin nasional pada 2025 mencapai 100.986 KL per hari. Memasuki 2026 hingga Februari, kebutuhannya sedikit menurun menjadi 99.661 KL per hari. Pada periode yang sama, kebutuhan minyak solar meningkat tipis, dari 110.932 KL per hari pada 2025 menjadi 111.356 KL per hari pada 2026 hingga Februari.

Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam mengatakan bensin dan solar masih menjadi dua jenis BBM utama yang paling dibutuhkan masyarakat.

“Dapat kami laporkan, jika dilihat secara rinci berdasarkan jenis BBM, produk yang paling dibutuhkan masyarakat luas adalah bensin dan minyak solar,” kata Rizwi di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Untuk bensin, ESDM mencatat impor masih mendominasi pemenuhan kebutuhan nasional. Pada 2025, porsi impor bensin mencapai 60,18 persen dari total kebutuhan. Angka itu sedikit menurun menjadi 59 persen pada 2026 hingga Februari, meski ketergantungan terhadap pasokan luar negeri masih tergolong besar.

Jika dirinci, kebutuhan bensin jenis JBKP atau bersubsidi pada 2025 tercatat sebesar 76.932 KL per hari. Pada 2026 hingga Februari, angkanya turun menjadi 74.407 KL per hari. Di sisi lain, kebutuhan bensin non-subsidi justru meningkat dari 24.055 KL per hari menjadi 25.254 KL per hari.

Rizwi menyampaikan struktur konsumsi tersebut menunjukkan kebutuhan bensin nasional tetap tinggi, terutama untuk menopang mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Dengan kebutuhan minyak bensin nasional pada 2025 mencapai 100.986 kiloliter per hari, dan pada 2026 hingga Februari sedikit menurun menjadi 99.661 kiloliter per hari,” ujarnya.

Dari sisi asal pasokan impor, bensin Indonesia pada 2025 paling banyak didatangkan dari Singapura dengan porsi 63 persen dan Malaysia 33,14 persen. Selebihnya berasal dari China, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), Korea, Mesir, dan Taiwan dalam porsi yang lebih kecil.

#bbm #esdm #bensin #solar #impor-bbm #energi-indonesia #konsumsi-energi #ekonomi-nasional #ketahanan-energi #migas

https://ekonomi.republika.co.id/berita/td83cg370/paling-dibutuhkan-segini-konsumsi-harian-bensin-dan-solar-di-indonesia