Adu Jumbo AUM MI Himbara Vs Manulife-Schroders
Danantara AM menjadi pengelola dana terbesar di Indonesia setelah merger MI Himbara, menggeser Manulife. MAMI dan Schroders bergabung untuk memperkuat posisi.
(Bisnis.Com) 08/04/26 16:35 185343
Bisnis.com, JAKARTA – Industri manajer investasi (MI) Tanah Air kini masuk pada babak baru persaingan yang kian ketat antarperusahaan. Aksi konsolidasi dua raksasa manajer investasi di Tanah Air, telah menyibak pertarungan baru antar raksasa pengelola dana investasi di pasar domestik.
Dalam pengumumannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), tiga perbankan pelat merah secara kompak mengumumkan konsolidasi entitas usahanya kepada PT Danantara Asset Management (DAM). Danantara disebut akan menggabungkan entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang bergerak di bidang manajer investasi.
Sejumlah entitas bank Himbara ini diprediksi mengelola aset senilai hingga US$8 miliar. Dengan asumsi kurs Jisdor Rp17.015 per dolar AS, nilai dana kelolaan ini bahkan mencapai Rp136,12 triliun. Untuk memboyong ketiga entitas ini, Danantara bahkan mesti merogoh kocek hingga Rp2,69 triliun.
Melansir data Bareksa, tiga MI Himbara yang diboyong Danantara ini masuk sebagai perusahaan dengan dana kelolaan terjumbo di industri manajer investasi. BRI Manajemen Investasi (BRI MI) memiliki dana kelolaan Rp51,99 triliun, BNI Asset Management (AM) senilai Rp31,34 triliun, dan Mandiri Manajemen Investasi senilai Rp44,50 triliun.
Dengan kata lain, aksi merger ini menjadikan Danantara AM sebagai penggenggam dana kelolaan terbesar di industri manajer investasi, dengan nilai mencapai Rp127,83 triliun. Torehan itu mencerminkan sekitar 12,36% dari total dana kelolaan industri manajer investasi Tanah Air senilai Rp1.033,81 triliun per 2025.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, menerangkan langkah yang diambil Danantara AM terhadap MI Himbara ini sebagai bagian Danantara untuk merampingkan dan memperbesar institusi tersebut.
Selain itu, Pandu enggan berkomentar banyak. Dia hanya menerangkan bahwa pihaknya belum menentukan target profil investor selepas aksi merger terlaksana.
”Itu [merger] kan bagian dari Danantara untuk merampingkan dan juga memperbesar institusi. Jadi salah satu caranya adalah melakukan merger beberapa perusahaan yang sebenarnya agak mirip-mirip,” katanya saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).
Aksi konsolidasi ini sekaligus menggeser posisi Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) sebagai pemegang dana kelolaan terbesar di Tanah Air selama bertahun-tahun lamanya. Per Desember 2025, MAMI menggenggam dana kelolaan reksa dana mencapai Rp63,57 triliun, menempati urutan pertama dengan pangsa pasar mencapai 9%.
Meskipun begitu, aksi konsolidasi Danantara ini tidak serta merta menjadikannya penguasa pasar. Aksi akuisisi Schroders oleh MAMI berpotensi mempertahankan daya saing Manulife di industri manajer investasi. Aksi ini telah resmi rampung pada 1 April 2026.
Rampungnya aksi akuisisi ini juga menandai dimulainya proses integrasi antara MAMI dan Schroders Indonesia. Secara sementara, kedua perusahaan bakal mempertahankan masing-masing struktur sembari melakukan proses penggabungan secara bertahap.
Dalam catatan Bareksa, Schroders setidaknya memiliki dana kelolaan dengan total mencapai Rp53 triliun. Hanya saja, belum terang besaran AUM reksa dana Schroders. Meskipun begitu, total dana kelolaan MAMI selepas aksi akuisisi ini diperkirakan mencapai sedikitnya Rp116,57 triliun.
”Dengan selesainya transaksi ini, posisi kuat MAMI di pasar serta wawasan investasi globalnya, akan dilengkapi dengan keahlian investasi lokal Schroders Indonesia dan hubungan jangka panjangnya dengan mitra distribusi maupun nasabah institusi,” kata CEO Wealth and Asset Management Manulife Asia Fabio Fontainha.
MAMI menyebut bahwa platform gabungan ini akan menghadirkan skala yang lebih besar, sumber daya investasi yang lebih mendalam, dan rangkaian solusi yang lebih luas untuk memberikan hasil jangka panjang yang menarik bagi investor.
Artinya, kehadiran Schroders bakal meningkatkan kemampuan MAMI dalam menghadirkan solusi investasi yang kian berkualitas dan memperkuat kepemimpinan MAMI di industri manajer investasi.
Peluang Industri Manajer Investasi RI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awal tahun ini menyampaikan bahwa industri pengelolaan investasi di Tanah Air mencatatkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang 2025. Dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana bahkan meningkat hingga 35,94% pada 2025.
Pada periode tersebut, OJK mencatat total AUM industri pengelolaan investasi mencapai Rp1.033,81 triliun per Desember 2025, atau tumbuh 23,46% secara tahunan (Year on Year/YoY).
Di sisi lain, AUM reksa dana mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 35,94% YoY pada 2025 menjadi Rp658,69 triliun. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana juga meningkat 35,26% YoY menjadi Rp675,32 triliun, mencerminkan tingginya minat investor terhadap industri pengelolaan investasi domestik.
Terbaru, di tengah pelemahan pasar modal, NAB industri reksa dana justru hanya mencatatkan pelemahan yang tipis. Per Maret 2026, nilainya mencapai Rp699,64 triliun, turun hanya 2,49% dibandingkan Februari 2026.
Lesunya kinerja industri reksa dana sebetulnya sejalan dengan kinerja pasar modal Tanah Air yang dilanda beragam sentimen. Namun, kondisinya jauh lebih baik dibandingkan instrumen lainnya. Di pasar saham, IHSG tercatat turun 15,96% YtD, yield acuan SBN melemah ke level 6,75%, serta penawaran dalam lelang SUN dan sukuk mengalami penurunan sepanjang tahun.
Meski demikian, OJK mencatat per Maret 2026 terdapat tambahan sekitar 1,78 juta investor baru di pasar modal domestik. Dengan perkembangan tersebut, jumlah investor pasar modal sepanjang 2026 meningkat 21,51% menjadi 24,74 juta.
Kondisi yang kontras ini mencerminkan tingginya kebutuhan investor untuk tetap berinvestasi di berbagai kondisi pasar, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi industri pengelolaan investasi di Indonesia.
#manajer-investasi #industri-manajer-investasi #dana-kelolaan #aum-reksa-dana #konsolidasi-manajer-investasi #merger-danantara #manulife-schroders #investasi-tanah-air #pasar-modal-indonesia #pertumbuh
https://market.bisnis.com/read/20260408/92/1965119/adu-jumbo-aum-mi-himbara-vs-manulife-schroders