Proyeksi Ekonom: Inflasi Maret 2026 Turun Meski Ada Momentum Lebaran

Proyeksi Ekonom: Inflasi Maret 2026 Turun Meski Ada Momentum Lebaran

Inflasi Maret 2026 diproyeksi turun ke 0,62% MoM meski Lebaran, didorong penurunan harga emas, meski harga pangan naik selama Ramadan.

(Bisnis.Com) 31/03/26 12:29 177295

Bisnis.com, JAKARTA — Tim Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memproyeksikan tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 0,62% secara bulanan (month on month/MoM) pada Maret 2026 atau turun dibandingkan dengan realisasi inflasi pada Februari 2026 yang berada di level 0,68% MoM.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, perlambatan laju inflasi pada bulan ini sebagian besar didorong oleh tren penurunan harga emas di pasaran. Kendati demikian, tekanan akibat kenaikan harga pangan selama momentum Ramadan diakui masih terus berlanjut.

"Secara tahunan, inflasi umum [headline inflation] diproyeksikan melandai ke 3,70% YoY [year on year], dibandingkan dengan 4,76% YoY pada Februari 2026, yang mencerminkan normalisasi dari efek basis rendah [low base effect] pada tahun lalu," jelas Andry dalam laporan Macro Preview, Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut, tim ekonom Bank Mandiri memperkirakan inflasi inti (core inflation) akan bergerak moderat ke level 0,3% MoM, lebih rendah dari posisi 0,42% pada bulan sebelumnya.

Menurut Asmo, kendati aktivitas belanja masyarakat selama Ramadan terpantau menguat seperti yang tercermin dari kenaikan indikator Mandiri Spending Index (MSI) sekitar 1,31% MoM, penurunan harga emas sebesar 0,89% MoM lebih kuat meredam tekanan inflasi inti.

Di sisi lain, komponen harga pangan bergejolak (volatile food) diestimasi akan kembali merangkak naik menyentuh level 2,6% MoM, lebih tinggi dari capaian Februari yang sebesar 2,50%. Lonjakan inflasi pangan ini utamanya didorong oleh permintaan masyarakat yang tertahan tinggi selama bulan puasa.

Perinciannya, tekanan harga tertinggi terpantau pada sejumlah komoditas pangan utama seperti cabai rawit (10,2%), bawang putih (10,0%), cabai merah (3,7%), daging ayam (3,0%), dan telur ayam (1,7%).

Sementara itu, untuk komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices), Asmo memproyeksikan terjadinya inflasi sebesar 0,2% MoM, berbalik arah dari deflasi 0,03% pada bulan sebelumnya.

"[Peningkatan] ditopang oleh rata-rata kenaikan harga Bahan Bakar Minyak [BBM] nonsubsidi sekitar 6,7% MoM, sejalan dengan kenaikan tarif angkutan udara [tiket pesawat] menjelang periode libur Lebaran," jelasnya.

Adapun, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan resmi data IHK periode Maret 2026 pada Rabu (1/4/2026) esok.

#inflasi-maret-2026 #inflasi-menurun #inflasi-ihk #harga-emas-turun #inflasi-pangan #ramadan-inflasi #inflasi-tahunan #inflasi-inti #mandiri-spending-index #harga-pangan-naik #volatile-food #komoditas

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260331/9/1963275/proyeksi-ekonom-inflasi-maret-2026-turun-meski-ada-momentum-lebaran