Bank Jatim (BJTM) Hapus Buku Rp1,03 Triliun di Tengah Pertumbuhan Kredit
Bank Jatim hapus buku Rp1,03 triliun dan restrukturisasi kredit Rp4,17 triliun untuk perbaikan aset di tengah pertumbuhan kredit 4,98% YoY. Laba bersih naik 20,65%.
(Bisnis.Com) 31/03/26 06:52 176986
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim mencatat hapus buku kredit sebesar Rp1,03 triliun dengan recovery rate 18,6% atau setara Rp192 miliar, sebagai bagian dari strategi menjaga kesehatan portofolio kredit sepanjang 2025.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, upaya tersebut dibarengi dengan restrukturisasi kredit guna menyelamatkan debitur yang mengalami penurunan kualitas. Sepanjang tahun lalu, total kredit yang telah direstrukturisasi mencapai Rp4,17 triliun.
“Manajemen terus berupaya untuk melakukan perbaikan kualitas aset melalui beberapa langkah, termasuk hapus buku dan restrukturisasi sebagai langkah penyelamatan debitur,” ujar Winardi dalam paparan publik, Senin (30/3/2026).
Langkah perbaikan kualitas aset ini dilakukan di tengah pertumbuhan kredit yang tetap terjaga. Secara bank only, penyaluran kredit Bank Jatim mencapai Rp67,2 triliun atau tumbuh 4,98% secara tahunan (year on year/YoY), dengan komposisi kredit konsumer sebesar Rp36,54 triliun setara 6,20% dan kredit produktif Rp30,7 triliun atau naik 3,55%.
Sementara itu, dari sisi kinerja keseluruhan, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun atau meningkat 20,65% (YoY), dengan total aset mencapai Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70%.
Di level konsolidasi, kinerja bahkan lebih ekspansif dengan laba bersih Rp1,617 triliun, tumbuh 24,80%, aset Rp168,85 triliun melesat 42,93%), serta kredit Rp110,50 triliun atau melonjak 46,65% secara tahunan.
Tak hanya mengandalkan restrukturisasi, Bank Jatim juga memperkuat strategi penagihan melalui pemberian insentif extracomtable guna meningkatkan penerimaan dari kredit hapus buku.
Perusahaan turut memberikan keringanan bunga dan denda untuk mendorong pelunasan, serta fleksibilitas dalam penyelesaian agunan, termasuk pelunasan sebagian dan percepatan penebusan. Menurut Winardi, seluruh langkah tersebut dijalankan secara disiplin dengan pengawasan intensif dari manajemen.
“Dan tentu saja kami rutin monitoring & controlling secara berkala (mingguan, dua mingguan dan bulanan) kinerja penanganan kredit bermasalah yang dipimpin oleh Direksi,” tegasnya.
Di sisi pendanaan, strategi penguatan dana murah juga mulai menunjukkan hasil dengan giro tumbuh 12,5% menjadi Rp21,4 triliun dan jumlah nasabah dana pihak ketiga mencapai 10,9 juta atau naik 5,64% (YoY).
Akselerasi digital turut menopang bisnis, tercermin dari transaksi JConnect Mobile yang mencapai Rp65,77 triliun serta pertumbuhan transaksi QRIS sebesar 47,25% sepanjang 2025.
#bank-jatim #bjtm #perbaikan-kualitas-aset #hapus-buku #pertumbuhan-kredit #restrukturisasi-kredit #penyaluran-kredit #kredit-konsumer #kredit-produktif #laba-bersih #total-aset #strategi-penagihan #ke