1,32 Juta Kendaraan Melintas di Tol Cipali Selama Mudik Lebaran 2026
Selama mudik Lebaran 2026, Tol Cipali dilintasi 1,32 juta kendaraan, dengan puncak arus pada H-3 dan H+1. Pola perjalanan lebih tersebar, mengurangi kepadatan.
(Bisnis.Com) 26/03/26 08:15 173031
Bisnis.com, CIREBON - Arus lalu lintas di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) selama periode mudik dan balik Lebaran 2026 tercatat mencapai sekitar 1,32 juta kendaraan.
Lonjakan volume tersebut terjadi dalam rentang H-8 hingga H+2 Lebaran, dengan puncak pergerakan kendaraan terpantau pada fase menjelang Hari Raya Idulfitri dan awal arus balik.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali,Ardam Rafif Trisilo, mengatakan tingginya mobilitas kendaraan mencerminkan pergerakan masyarakat yang semakin dinamis, terutama dalam memanfaatkan waktu perjalanan mudik lebih awal dan kembali secara bertahap.
“Selama periode Lebaran tahun ini, total kendaraan yang melintas di Tol Cipali mencapai sekitar 1,32 juta unit. Pergerakan ini menunjukkan pola yang lebih tersebar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ardam, Kamis (26/3/2026).
Berdasarkan data perusahaan, arus mudik yang berlangsung sejak H-8 hingga H-1 mencatat total sekitar 822 ribu kendaraan. Volume lalu lintas mulai meningkat sejak H-8 dengan 79.000 kendaraan dan terus naik hingga mencapai puncaknya pada H-3, yakni 141.000 kendaraan dalam sehari.Angka tersebut melonjak hingga 176% dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada H-4 dan H-2, masing-masing dengan 108 ribu dan 135 ribu kendaraan. Namun, memasuki H-1 Lebaran, volume kendaraan justru turun drastis menjadi sekitar 60 ribu kendaraan, mengindikasikan sebagian besar pemudik telah melakukan perjalanan lebih awal.
Ardam menjelaskan bahwa fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku masyarakat yang kini cenderung menghindari puncak arus mudik.
“Distribusi kendaraan lebih merata, sehingga kepadatan tidak terfokus pada satu hari tertentu,” katanya.
Sementara itu, arus balik yang tercatat sejak hari H hingga H+2 Lebaran mencapai sekitar 503 ribu kendaraan. Pada hari Lebaran (H), tercatat 95.000 kendaraan melintas, kemudian meningkat secara signifikan pada H+1 menjadi 143.000 kendaraan.
Lonjakan arus balik juga masih terlihat pada hari berikutnya dengan 130 ribu kendaraan dan tetap tinggi hingga H+2 yang mencapai 135 ribu kendaraan. Meski demikian, tidak terjadi lonjakan ekstrem dalam satu hari, melainkan pergerakan yang relatif stabil dan tersebar.
Menurut Ardam, pola arus balik yang lebih landai ini menjadi indikator bahwa masyarakat memilih waktu kepulangan yang fleksibel. “Arus balik tidak terkonsentrasi dalam satu waktu, sehingga membantu mengurangi potensi kepadatan panjang di ruas tol,” ujarnya.
Jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2025, volume kendaraan tahun ini secara umum mengalami peningkatan di sejumlah hari penting, terutama pada fase awal mudik dan arus balik.
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi dan tingginya penggunaan kendaraan pribadi.
Ardam mengatakan pihaknya juga mencatat bahwa berbagai upaya pengelolaan lalu lintas turut berkontribusi dalam menjaga kelancaran arus kendaraan. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama periode mudik dan balik dinilai mampu mengurai kepadatan, termasuk melalui pengaturan distribusi kendaraan di waktu-waktu tertentu.
Selain itu, kesiapan infrastruktur, layanan rest area, serta koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait menjadi faktor pendukung dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode Lebaran.
Ardam menambahkan pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap pola pergerakan kendaraan guna meningkatkan kualitas layanan pada periode libur panjang berikutnya.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan agar perjalanan pengguna jalan tol tetap aman, nyaman, dan lancar,” katanya.
#tol-cipali #mudik-lebaran #arus-lalu-lintas #kendaraan-tol #volume-kendaraan #arus-mudik #arus-balik #lebaran-2026 #puncak-mudik #puncak-arus-balik #distribusi-kendaraan #mobilitas-masyarakat #rekayas