Adkasi: Konflik Timur Tengah momentum optimalkan sumur migas rakyat
Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) Siswanto mengatakan konflik di Timur Tengah yang memicu krisis menjadi momentum untuk ...
(Antara) 11/03/26 15:59 161996
Adkasi mendukung penuh peningkatan lifting migas Indonesia
Semarang (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) Siswanto mengatakan konflik di Timur Tengah yang memicu krisis menjadi momentum untuk mengoptimalkan sumur-sumur tua baik milik pemerintah, perusahaan maupun masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
“Adkasi mendukung penuh peningkatan lifting migas Indonesia. Salah satunya melalui Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 yang mengatur pembagian wilayah kerja untuk peningkatan produksi migas nasional,” kata Siswanto di Semarang, Jawa Tengah, Rabu.
Ia melanjutkan untuk meningkatkan lifting migas tersebut, terlebih saat ini tengah terjadi konflik d kawasan Timur Tengah yang mengganggu suplai energi dunia, ada yang perlu segera dilakukan.
Pertama, kata dia, menaikkan lifting migas yang bersumber dari sumur migas milik masyarakat atau sumur-sumur tua yang lama tidak dikelola kembali.
“Selain melalui perusahaan-perusahaan yang sudah mendapat kontrak kontraktor kerja sama (KKKS) migas di Indonesia,” kata Siswanto yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora itu.
Ia menambahkan potensi sumur migas milik masyarakat maupun sumur-sumur tua tersebar di sejumlah daerah yang legislatifnya menjadi anggota Adkasi.
Ia mencontohkan di Jawa Tengah ada di Kabupaten Blora, Grobogan, Boyolali dan Kendal. Kemudian di Sumatera Selatan salah satunya di Kabupaten Musi Banyuasin.
“Belum lagi di Provinsi Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur seperti di Bojonegoro dan Tuban,” ungkap dia.
Sedangkan untuk perusahaan yang sudah menjadi KKKS seperti ExxonMobil di Kabupaten Blora (Jateng), Bojonegoro dan Tuban (Jatim) di wilayah Blok Cepu, perlu mencari dan mengeksplorasi lapangan-lapangan lain.
“Seperti di Giyanti Kabupaten Blora, di Bojonegoro dan Tuban, perlu dieksplorasi lagi. Termasuk yang dikelola Pertamina dan perusahaan lain di provinsi lain, misalnya Jambi, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Tengah, Papua Barat Daya, perlu dioptimalkan,” katanya.
Melalui optimalisasi tersebut, diharapkan lifting minyak bumi yang saat ini sekitar 605,3 ribu barel per hari, dapat meningkat setidaknya mencapai 800 ribu barel per hari.
“Sehingga, Indonesia dapat mengurangi impor migas, bahkan mungkin nanti ke depan akan benar-benar menjadi mandiri energi,” kata Siswanto.
Produksi BBM Indonesia per hari sekitar 1,18 juta barel, sementara kebutuhan nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari.
Lifting minyak bumi yang saat ini sekitar 605,3 ribu barel per hari telah melampaui target APBN Tahun 2025 yang sebesar 605 ribu barel per hari.
“Ini menjadi prestasi Indonesia dibawah kepemimpinan Pak Prabowo melalui Menteri ESDM Pak Bahlil (Bahlil Lahadilia),” ujar Siswanto.
Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025 mengatur kerja sama pengelolaan bagian wilayah kerja untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas), khususnya melalui reaktivasi sumur tua dan pengolahan sumur masyarakat secara legal.
Pewarta: Teguh Imam Wibowo
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
#adkasi #migas #target-lifting-migas #sumur-rakyat #siswanto #dprd