DAMRI Masih Sepi H-10, Okupansi Tiket Mudik pada Sejumlah Tanggal di Bawah 30%
Penjualan tiket mudik DAMRI masih di bawah 30% pada beberapa tanggal meski H-10 Lebaran. Masyarakat diajak manfaatkan jadwal fleksibel dan kebijakan WFA.
(Bisnis.Com) 11/03/26 09:55 161424
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan Umum DAMRI mencatat penjualan tiket mudik Lebaran pada tanggal—tanggal tertentu masih di bawah 30% meski telah memasuki H-10 Hari Raya Idulfitri.
Head of Corporate Communication DAMRI P. Septian Adri S. menyampaikan, per 10 Maret 2026 pukul 15.00 WIB tingkat keterisian kursi yang masih rendah antara lain pada tanggal 30 Maret - 1 April 2026, serta 21–22 Maret 2026 yang masing-masing masih berada di bawah 30% okupansi.
Secara keseluruhan, DAMRI menyediakan lebih dari 220 Ribu kursi selama periode Angkutan Lebaran, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk memilih jadwal perjalanan yang lebih fleksibel.
“DAMRI mengajak masyarakat untuk memanfaatkan tanggal-tanggal keberangkatan dengan tingkat keterisian kursi yang masih rendah sehingga perjalanan mudik dapat direncanakan dengan lebih leluasa dan nyaman,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu (11/3/2026).
Meski demikian, tren pemesanan tiket mudik Lebaran 1447 H/2026 terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah tanggal keberangkatan menjelang puncak mudik mulai menunjukkan peningkatan tingkat keterisian kursi pada layanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Beberapa tanggal dengan tingkat keterisian tertinggi tercatat pada 17 dan 18 Maret 2026, dengan okupansi kursi yang telah mencapai sekitar 57%.
Septian menuturkan, fleksibilitas waktu perjalanan mudik tahun ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere (WFA) serta pengaturan cuti bersama Idul Fitri 2026, yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan lebih awal maupun setelah periode puncak mudik.
Berdasarkan kebijakan tersebut, skema WFA sebelum Lebaran diterapkan pada 16–17 Maret 2026, sementara WFA setelah Lebaran berlangsung pada 25–27 Maret 2026. Kebijakan ini memungkinkan masyarakat tetap menjalankan pekerjaan dari lokasi lain tanpa harus berada di kantor.
"Dengan adanya kebijakan WFA dan cuti bersama Idul Fitri, masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih strategis,” tutur Septian.
Sebagai contoh, perjalanan lebih awal dapat dilakukan pada periode 11–15 Maret 2026 sebelum puncak arus mudik, dengan tetap memanfaatkan WFA pada 16–17 Maret.
Sementara itu, perjalanan arus balik juga dapat dilakukan setelah periode padat dengan memilih tanggal 30 Maret hingga awal April, yang saat ini masih memiliki tingkat keterisian kursi relatif rendah.
Perencanaan perjalanan yang lebih fleksibel ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghindari kepadatan pada periode puncak sekaligus memberikan lebih banyak pilihan jadwal keberangkatan.
Selama periode Angkutan Lebaran 2026, DAMRI menyiapkan 1.800 armada bus dengan target melayani hingga 2,7 juta penumpang secara nasional.
DAMRI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal serta melakukan pemesanan tiket secara daring melalui DAMRI Apps maupun website damri.co.id agar proses pembelian tiket menjadi lebih mudah, aman, dan praktis.
#damri-sepi #tiket-mudik #okupansi-tiket #mudik-lebaran #idulfitri-2026 #damri-kursi #perjalanan-mudik #tiket-damri #damri-akap #wfa-lebaran #cuti-bersama #arus-mudik #arus-balik #damri-apps #pemesanan