Ada Program 3 Juta Rumah, Hashim Optimistis Target Ekonomi Tumbuh 8% Tercapai
Program 3 Juta Rumah diharapkan tingkatkan ekonomi Indonesia hingga 8% dengan kontribusi sektor perumahan dan hilirisasi, didukung oleh Lippo Group.
(Bisnis.Com) 09/03/26 16:34 159386
Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Tugas (Satgas) Perumahan memproyeksikan pengembangan rusun subsidi dan rumah rakyat mampu memberikan kontribusi hingga 2% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo menjelaskan program pembangunan program 3 juta rumah per tahun diposisikan sebagai mesin utama untuk mengerek produk domestik bruto (PDB) ke level yang lebih tinggi.
Dia juga menyatakan, jika target pembangunan 3 juta unit apartemen dan rumah dapat konsisten berjalan setiap tahun, dampaknya akan langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi. Mengingat, sektor properti dan konstruksi dinilai memiliki daya dorong yang signifikan bagi industri terkait di bawahnya.
"Kita sudah perkirakan kalau nanti semua jalan sesuai dengan keinginan kita ya 3 juta rumah apartemen kalau bisa setiap tahun, ini kita bisa dapat 1,5% sampai 2%," ujar Hashim di saat ditemui di Kompleks Meikarta, Cikarang Selatan, Minggu (8/3/2026).
Hashim merinci, pertumbuhan ekonomi nasional saat ini berada di angka 5,3%, maka tambahan dari sektor perumahan akan mendorong angka tersebut mencapai level 7%. Peningkatan ini dianggap realistis mengingat besarnya penyerapan tenaga kerja dan material lokal dalam proyek hunian subsidi.
Selain sektor perumahan, pemerintah turut mengandalkan proyek hilirisasi yang diperkirakan menyumbang tambahan pertumbuhan minimal 1%. Kolaborasi antara sektor hunian dan hilirisasi industri ini diharapkan dapat merealisasikan target ekonomi yang dipatok pemerintah.
"Kalau sekarang pemerintah 5,3%, dari perumahan kita bisa dapat sampai 7% dari proyek-proyek hilirisasi ya mungkin Pak Rosan yang lebih ahli dari saya, itu bisa tambah mungkin 1% ya, mungkin lebih. Itu saya kira, kita sudah bisa capai 8% per tahun," pungkasnya.
Untuk diketahui, pemerintah resmi telah memulai pengembangan rumah susun (rusun) subsidi perdana pada Minggu (8/3/3026) dalam rangka mewujudkan program strategis 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Pada realisasi proyek perdana itu, pemerintah menggandeng Lippo Group selaku pengembang proyek. Nantinya, proyek itu akan disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang bunganya bakal disubsidi pemerintah.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) memastikan Lippo Group bakal menghibahkan lahan seluas 30 hektare (Ha) di Meikarta.
"Kalau 30 hektare [Ha] ini luar biasa dari gambaran timnya Danantara dan Pak James [Lippo Group] ini akan jadi kurang lebih bisa 140.000 unit dengan 30 hektare," jelasnya.
Ara melanjutkan, nilai lahan di area tersebut diklaim berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta per meter persegi. Mengacu pada asumsi tersebut, maka kontribusi yang digelontorkan Lippo Group hanya untuk mendukung pengadaan lahan rusun subsidi ini mencapai Rp4,5 triliun hingga Rp6 triliun.
"Di sini tanahnya antara Rp15 juta hingga Rp20 juta. Hitunglah angkanya Rp15 juta [per meter] kalau 30 hektare artinya Rp4,5 triliun kalau dia Rp20 juta artinya adalah Rp6 triliun," pungkasnya.
#3-juta-rumah #program-rumah-subsidi #pertumbuhan-ekonomi #sektor-perumahan #kontribusi-ekonomi #pembangunan-apartemen #properti-dan-konstruksi #proyek-hilirisasi #target-ekonomi #rusun-subsidi #fasili