Puradelta (DMAS) Bukukan Marketing Sales Rp626,4 Miliar per Kuartal III/2025
Marketing sales Puradelta (DMAS) tertekan akibat ketidakpastian ekonomi global dan politik Indonesia, baru tercapai 35% dari target 2025.
(Bisnis.Com) 24/10/25 18:28 14890
Bisnis.com, JAKARTA — Ketidakpastian ekonomi global dan kejadian luar biasa di Indonesia membuat kinerja prapenjualan properti atau marketing sales PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) tertekan sepanjang sembilan bulan pertama 2025.
Pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas ini mencatat marketing sales sebesar Rp626,4 miliar hingga kuartal III/2025. Capaian tersebut baru sekitar 35% dari target tahunan Rp1,81 triliun sepanjang tahun ini
Perolehan itu berasal penjualan lahan industri seluas 18 hektare, dengan sektor data center dan fast-moving consumer goods (FMCG) sebagai penyumbang utama. Selain itu, entitas Sinar Mas Land ini juga mencatat penjualan lahan komersial seluas 0,7 hektare dan sejumlah unit rumah tapak di sektor hunian.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari Tondy Suwanto menjelaskan bahwa tren permintaan lahan tahun ini masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, serta kebijakan tarif resiprokal internasional yang menekan minat investasi asing.
Selain itu, situasi politik di Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini juga disebut memiliki kontribusi terhadap sikap wait and see dari investor asing.
“Adanya kejadian luar biasa di Jakarta, serta reshuffle kabinet pemerintahan di kuartal ketiga ini telah mengakibatkan penundaan transaksi investasi untuk sementara waktu,” ucapnya dalam siaran pers, Jumat (24/10/2025)
Meski demikian, perseroan optimistis dapat mengejar target marketing sales 2025 dengan dukungan pipeline lahan sekitar 75 hektare yang siap ditawarkan.
Sejalan dengan aktivitas pemasaran lahan, DMAS juga memperkuat fasilitas dan layanan pendukung di kawasan Kota Deltamas. Perseroan telah mengoperasikan Security, Fire, and Command Center sebagai inovasi digital untuk peningkatan keamanan dan layanan terpadu bagi penghuni serta tenant kawasan.
Selain itu, perseroan telah mengoperasikan Water Treatment Plant (WTP) Recycle yang dikelola secara mandiri sebagai bagian dari komitmen menuju program Zero Run Off Water Discharge. Untuk mendukung penerapan Zero Waste, DMAS kini juga mengelola Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).
Dari sisi infrastruktur, DMAS terus memperluas akses menuju kawasan dengan rencana pembukaan akses tol baru Jakarta–Cikampek (Japek) II di Km 31.
Akses itu diharapkan memperkuat Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu yang ramah lingkungan sekaligus pusat aktivitas ekonomi di timur Jakarta.
Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DMAS kini bertengger di level Rp135 per saham atau mencerminkan penurunan 9,40% year to date. Adapun, dalam 3 bulan terakhir, saham perseroan terkoreksi sebesar 7,53%
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#marketing-sales #puradelta-lestari #dmas #prapenjualan-properti #kota-deltamas #penjualan-lahan-industri #data-center #fast-moving-consumer-goods #investasi-asing #ketidakpastian-ekonomi #reshuffle-ka