Menkeu Purbaya Cari Rp11 Triliun dari Lelang Surat Utang Syariah (Sukuk) Besok (24/2), Tersedia 8 Seri

Menkeu Purbaya Cari Rp11 Triliun dari Lelang Surat Utang Syariah (Sukuk) Besok (24/2), Tersedia 8 Seri

Kemenkeu lelang sukuk Rp11 triliun besok (24/2/2026), tawarkan 8 seri dengan imbal hasil 5-6,87%. Lelang terbuka, diikuti individu dan institusi.

(Bisnis.Com) 23/02/26 12:00 144130

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan yang dipimpin Purbaya Yudhi Sadewa bakal menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk dengan target indikatif Rp11 triliun besok, Selasa (24/2/2026).

Melansir laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), lelang akan dilaksanakan terhadap dua seri sukuk, yaitu Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan Project Based Sukuk (PBS). Terdapat total 8 seri yang ditawarkan pada lelang kali ini.

SPNS mewakili sukuk dengan tenor pendek. Terdapat seri SPNS06042026 (reopening), SPNS10082026 (reopening), dan SPNS23112026 (new issuance) dengan tenor selama 2—9 bulan. Ketiga produk ini menawarkan imbal hasil diskonto.

Sementara lima seri lainnya antara lain PBS030 (reopening), PBS040 (reopening), PBS034 (reopening), PBS005 (reopening), dan PBS038 (reopening). Imbal hasil yang ditawarkan kelima produk PBS berkisar pada 5—6,87%, dengan maturity date selama 2—23 tahun.

Produk dengan imbal hasil terbesar digenggam oleh PBS038 yang menawarkan imbal hasil 6,87%. Produk ini sekaligus memiliki tenggat jatuh tempo terlama, yaitu pada 15 Desember 2049.

Sebaliknya, produk PBS dengan imbal hasil terkecil digenggam oleh PBS040 yang menawarkan imbal hasil senilai 5,00% dan tenggat jatuh tempo pada 15 November 2030. Namun, produk ini bukan merupakan seri dengan maturity date tersingkat.

PBS030 menjadi produk dengan tenggat jatuh tempo tersingkat, pada 15 Juli 2028. Namun, PBS030 menawarkan imbal hasil yang lebih besar dibandingkan PBS040, yaitu senilai 5,87%.

Sementara sisanya, PBS034 akan menawarkan imbal hasil senilai 6,50% dan memiliki tenggat pada 15 Juni 2039. Produk PBS005 memiliki imbal hasil sebesar 6,75% dan tenggat jatuh tempo pada 15 April 2043.

”Target indikatif Rp11 triliun, dengan maksimal dimenangkan 200% dari target indikatif,” tulis pengumuman DJPPR, dikutip Senin (23/2/2026).

Adapun lelang besok akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai agen lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka dan menggunakan metode harga beragam.

Penawaran pembelian dalam lelang dapat diikuti oleh investor individu maupun institusi. Namun, penyampaian penawaran pembelian harus melalui dealer utama yang telah mendapat persetujuan Kemenkeu.

Beberapa dealer utama dalam lelang kali ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Permata Tbk. (BNLI), dan sejumlah perbankan lainnya di Tanah Air. Sejumlah sekuritas juga tercatat sebagai dealer utama lelang ini.

#sukuk-lelang #surat-utang-syariah #menkeu-purbaya #lelang-sbsn #sukuk-2026 #spns-sukuk #pbs-sukuk #imbal-hasil-sukuk #sukuk-tenor-pendek #sukuk-tenor-panjang #sukuk-indonesia #dealer-utama-sukuk #bank

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260223/620/1954892/menkeu-purbaya-cari-rp11-triliun-dari-lelang-surat-utang-syariah-sukuk-besok-242-tersedia-8-seri