Fokus Produk Tradisional, Victoria Life Bidik Pertumbuhan 10% Tahun Ini
Victoria Life fokus pada produk asuransi tradisional, menargetkan pertumbuhan premi 10% pada 2026, setelah menghentikan produk unit-linked sejak 2024.
(Bisnis.Com) 20/02/26 20:15 142538
Bisnis.com, JAKARTA — PT Victoria Alife Indonesia (Victoria Life) menargetkan pertumbuhan premi (top line) minimal 10% pada 2026 dari realisasi bisnis tahun 2025, seiring strategi perusahaan yang kini sepenuhnya berfokus pada produk asuransi jiwa tradisional.
Direktur Utama Victoria Life Nefritiri Wibowo memastikan bahwa pihaknya tidak lagi mengembangkan produk asuransi yang dikaitkan investasi (PAYDI) atau unit-linked. Bahkan, produk berbasis investasi ini telah berhenti sejak awal 2024.
“Jadi produk kami adalah produk endowment, produk term life, produk credit life. Itu semua benefit-nya tidak ada investasi, by risk, full tradisional dan memang itu murni produk perusahaan asuransi jiwa,” katanya saat ditemui Bisnis di Jakarta, dikutip pada Kamis (19/2/2026).
Nefri, sapaan akrabnya, menjelaskan perusahaan tidak lagi memasarkan produk unit-linked karena dilatarbelakangi berbagai pertimbangan, mulai dari kondisi pasar saham yang fluktuatif, tidak memiliki expertise, hingga risiko mis-selling.
Selain hal itu, dia berpendapat skema unit-linked ini pada tahun-tahun awal lebih banyak terserap untuk biaya proteksi, sehingga dinilai kerap menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pemegang polis yang berharap imbal hasil (return) dalam waktu lebih singkat.
“Itu menurut saya hingga Victoria Life pada 2026 akan tetap back to [basic menjual proteksi murni]. Memang dari awal 2024 pun kita udah enggak jual produk unit-linked,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nefri berharap pertumbuhan premi perusahaannya bisa mencapai minimal 10%. Baginya, pertumbuhan 10%-15% untuk produk tradisional di industri asuransi jiwa juga sudah baik. “Jadi minimal 10% untuk 2026 ini. Itu jauh, itu udah cukup lah pertumbuhan untuk top line,” tegasnya.
Lebih jauh, dia optimistis industri asuransi jiwa akan terus bertumbuh pada 2026. Baginya, selama ada manusia yang lahir, pasti selalu ada risiko karena asuransi jiwa menilai kepastian yang tidak pasti.
“Jadi pertumbuhan selalu akan terjadi selama ada manusia lahir baru di bumi, manusia makin bertumbuh, kebutuhan makin bertumbuh, risiko makin bertumbuh, you perlu proteksi untuk meng-covernya,” katanya.
Kendati demikian, Nefri tidak menampik ada tantangan yang masih dihadapi industri asuransi jiwa, seperti POJK dari regulator dan pelaporan. Meski begitu, dia tetap menganggap hal ini wajar dan biasa.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan per Januari 2026, Victoria Life membukukan pendapatan premi sebesar Rp42,16 miliar, tumbuh 280,84% (year-on-year/YoY) dari Rp11,07 miliar.
Sementara itu, klaim dan manfaat dibayar perusahaan mencapai Rp5 miliar. Adapun, laba sebelum pajak naik 174,32% menjadi Rp4,06 miliar.
#victoria-life #asuransi-jiwa #produk-tradisional #pertumbuhan-premi #unit-linked #endowment #term-life #credit-life #proteksi-murni #risiko-asuransi #pasar-saham #mis-selling #industri-asuransi #pertu