Proyek SRRL Surabaya Dimulai 2027, Didanai Bank Jerman Rp4,5 Triliun
Proyek elektrifikasi dan double track jalur SRRL di Jatim dimulai 2027, didanai Bank Jerman 230 juta euro. Tahap awal fokus pada desain detail Gubeng-Sidoarjo.
(Bisnis.Com) 18/02/26 17:03 139831
Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera memulai pembangunan proyek elektrifikasi dan double track jalur Surabaya Regional Railway Line (SRRL) pada 2027.
Tahap awal proyek besar tersebut akan dimulai dengan perancangan detail desain (DED) untuk fase 1A dari Stasiun Gubeng hingga Sidoarjo.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan pengerjaan tahap pertama proyek tersebut nantinya berjalan sangat kompleks. Hal itu karena berkaitan dengan pemasangan sistem kelistrikan hingga jalur ganda (double track) yang dilakukan tanpa mengganggu operasional kereta yang telah berjalan.
“Ini langkah konkret tahap pertama dari pengerjaan proyek sekompleks ini. Memasang sistem perkeretaapian listrik dan double track bukan sekadar pasang rel, tetapi harus menghitung kurva, getaran saat kereta bersampingan, dan detail desain yang sangat kompleks,” beber Emil dikutip Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan megaproyek tersebut didanai oleh KfW Development Bank Jerman dengan nilai kontrak kurang lebih sebesar 230 juta euro atau setara Rp4,5 triliun. Kontrak telah ditandatangani dan konsultan perancang siap bekerja.
Emil juga menjelaskan konsultan dari Jepang, Chodai bersama mitra lokal yakni Dardela Yasa telah memulai pekerjaan detail engineering design (DED). Proses tersebut diperkirakan memakan waktu lebih dari satu tahun sebelum tahap konstruksi resmi dimulai nantinya.
Emil mengungkapkan tantangan terbesar adalah melaksanakan pembangunan infrastruktur tersebut tanpa mengganggu aktivitas kereta yang masih eksis. Oleh sebab itu, perencanaan teknis harus dilakukan sangat detail, termasuk sistem kelistrikan yang dipasang di atas jalur rel.
“Elektrifikasi itu memasang sistem kelistrikan di atas jalur, bukan sesuatu yang sederhana. Ini yang membutuhkan waktu dalam desain tekniknya,” tegasnya.
Emil menyebut, pembangunan fase 1A akan mencakup jalur Gubeng–Sidoarjo, di mana sementara secara paralel juga dipersiapkan jalur Gubeng–Pasar Turi. Tahap berikutnya akan dilanjutkan dari Pasar Turi menuju Stasiun Kandangan hingga Stasiun Indro (Gresik).
Emil juga menegaskan proyek akan digarap seserius mungkin karena investasi berupa pendanaan telah tersedia dan telah memasuki tahap desain detail, di mana berbeda dengan studi-studi transportasi publik sebelumnya yang masih tahap feasibility study (FS).
“Kalau dulu banyak studi belum jadi, ini sudah DED dan dananya sudah ada. Ini serius,” tegasnya.
Lebih lanjut, politikus Demokrat ini juga percaya diri bila rangkaian proses penertiban area jalur (right of way) berjalan lancar dan kompleksitas teknis bisa ditangani, dengan waktu persiapan konstruksi yang dapat dipangkas hingga 20–40%.
Saat ini, skenario konservatif menargetkan seluruh desain siap konstruksi dalam sekitar 1,5 tahun. Untuk segmen Gubeng–Wonokromo–Sidoarjo, Emil menyebut hampir tidak ada pembebasan lahan besar.
Penanganan akan lebih banyak dilakukan berupa penertiban area di sekitar jalur yang umumnya sudah berstatus clear. Namun, untuk jalur Gubeng–Pasar Turi, penertiban akan dilakukan secara humanis oleh otoritas terkait karena terdapat kawasan permukiman yang berdiri di sekitar rel.
“Kita tidak ingin membenturkan kepentingan. Kita ingin menyelaraskan antara kebutuhan masyarakat dan kepentingan transportasi publik yang lebih luas,” jelasnya
Sementara itu, Plt. Direktur Prasarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Catur Wicaksono menjelaskan saat ini prioritas yang tengah dilakukan adalah penyusunan basic engineering design (BED) dan DED. Bila dokumen-dokumen desain bisa dipercepat, maka proses konstruksi juga dimungkinkan untuk berjalan lebih awal.
“Secara prinsip saat ini produk yang disiapkan adalah BED dan DED. Kalau lebih cepat [selesai], konstruksi juga bisa ditarik ke depan. Kami juga secara paralel menyiapkan lelang manajemen konstruksi dan proses tender,” pungkasnya.