Menhut: Reformasi tata kelola kehutanan penting bagi ekologi-ekonomi
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya reformasi tata kelola kehutanan demi keberlanjutan di sektor ekologi dan ekonomi Indonesia ...
(Antara) 09/02/26 15:32 130728
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya reformasi tata kelola kehutanan demi keberlanjutan di sektor ekologi dan ekonomi Indonesia yang berjalan berdampingan.
“Saya selalu bicara tentang forest governance. (Dengan) pengelolaan kehutanan yang lebih baik, sehingga daya dukung dan tampung hutan kita menjadi lebih baik, sehingga pada akhirnya nanti kita dapat mencegah bencana yang terjadi (beberapa waktu lalu di Sumatera),” kata Menhut di Jakarta, Senin.
Menurut dia, pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan transparan tak hanya sangat vital demi perputaran roda ekonomi masyarakat sekitar, tapi juga sebagai upaya pencegahan bencana.
“Tidak hanya di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, tapi juga di tempat-tempat lain, di mana harus ada keseimbangan antara pembangunan dan ekologis, antara development dan environment. Menjaga keseimbangan itu akan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Raja Antoni.
Lebih lanjut, Menhut menilai diperlukan upaya yang sangat keras dari para pemangku kepentingan untuk memastikan tata kelola kehutanan berjalan dengan lebih baik dan berkesinambungan.
“Arah kami jelas, yaitu memperbaiki tata kelola, memperkuat transparansi, dan menunjukkan hasil. Pekerjaan ini belum selesai,” kata Menhut.
“Reformasi kehutanan ini sangat menantang, dan membutuhkan penyempurnaan terus-menerus. Namun, Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan standar dengan konsisten dan berintegritas,” ujarnya menambahkan.
Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemenhut, adalah menjalin kemitraan strategis di tingkat nasional dan global.
Menhut mencontohkan program Multistakeholder Forestry Programme Phase 5 (MFP 5) yang baru saja diteken bersama Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) Inggris, sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional serta komitmen internasional, yang direfleksikan oleh ambisi untuk mencapai target FOLU Net Sink 2030.
FOLU net sink adalah kondisi ketika sektor kehutanan dan penggunaan lahan menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskannya.
Pada 2029, MFP 5 menargetkan terbentuknya sistem pengelolaan hutan yang lebih kuat dan semakin dipercaya serta diterapkan secara konsisten di lapangan.
“Dengan demikian, produk hasil hutan Indonesia yang berkelanjutan diharapkan mampu bersaing di pasar global dengan kredibilitas yang tinggi, sekaligus mendukung prioritas nasional di bidang iklim dan keanekaragaman hayati sebagaimana diamanatkan dalam Indonesia’s FOLU Net Sink 2030,” kata Menhut.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#menhut #kemenhut #raja-juli-antoni #menhut-raja-juli-antoni #folu-net-sink-2030 #folu-net-sink