OJK Antisipasi Manipulasi, Data Saham Dibuka hingga Kepemilikan 1%
OJK akan membuka data investor saham hingga kepemilikan 1% untuk meningkatkan transparansi dan mencegah manipulasi pasar, mulai 3 Februari 2026.
(Bisnis.Com) 02/02/26 18:53 123100
Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengungkap data investor sampai yang hanya memiliki 1% saham. Sebelumnya, data yang tersedia di publik adalah investor dengan kepemilikan lebih dari 5%.
Plt Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan transparansi ini merupakan salah satu poin dalam proposal yang diajukan OJK kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam pertemuan daring, Senin (2/2/2026).
"Kalau dikaitkan dengan mekanisme transaksinya tentu sedikit banyak akan meningkatkan juga pencegahan terhadap upaya manipulasi harga di pasar karena kita akan menjadi jauh lebih granular dalam melakukan pengawasan setiap transaksi yang dilakukan," kata Hasan saat ditemui di Kantor BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Hasan mengatakan, sebenarnya proposal awal permintaan MSCI adalah agar otoritas bursa Indonesia memperinci data kepemilikan saham di bawah 5%. Namun, dengan kapasitas OJK, BEI sampai KSEI, otoritas menyanggupi pembukaan data sampai level 1%.
Usai menyampaikan proposal tersebut kepada MSCI, OJK akan memulai transparansi data tersebut mulai besok, diawali dengan mengumpulkan seluruh partisipan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang berjumlah sekitar 125 partisipan untuk melakukan sosialisasi dan melengkapi data-data yang diinginkan OJK.
"Tidak ada [alasan spesifik mengapa 1%], kita ingin menghadirkan disclosure yang seluas-luasnya yang bisa kita hadirkan," tandasnya.
Adapun, selain membuka data investor pemilik 1% saham, OJK juga menyampaikan proposal untuk membedah lebih detail data investor yang selama ini hanya diperinci sampai 9 segmen, menjadi 27 subsektor.
Dari hasil pengumuman MSCI sebelumnya, penyedia indeks global tersebut masih mempertanyakan data investor korporasi dan others. Dalam 27 subsektor data investor nanti, investor korporasi tersebut akan dibedah lebih rinci.
Kedua model pemaparan data tersebut akan menjadi prosedur baku yang akan diberlakukan ke depan dan akan dilakukan publikasi di website BEI.
"Disclosure itu adalah satu tindakan pencegahan. Pada saatnya peran pengawas, terutama di BEI dan OJK juga harus hadir. Jadi tentu, pada saat terjadi transaksi kalau ada upaya manipulasi harga tentu akan kita lakukan pengawasan terukur untuk setiap transaksi yang dilakukan," ujarnya.
Pada kesempatan ini, Hasan juga menanggapi ihwal kepolisian yang turut menyelidiki unsur pidana terkait isu saham gorengan di tengah indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ambles beberapa hari belakangan.
Hasan mengatakan pihaknya belum menerima laporan tersebut.
"Belum, sama sekali belum. Tapi kami tentu menghormati seandainya aparat penegak hukum melakukan hal tersebut. Kami berharap itu dilakukan secara proporsional sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya.
Langkah yang diambil OJK ini merespons peringatan dari MSCI pekan lalu yang mengumumkan kebijakan interim berupa pembekuan atau freeze rebalancing indeks untuk saham asal Indonesia pada periode Februari 2026 karena kekhawatiran transparansi.
Hal itu pun memicu kejatuhan pasar saham dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 6,84% menjadi 8.329 pekan lalu pada periode 23-30 Januari 2026. Terpantau aksi jual asing di lantai bursa mencapai Rp13,92 triliun dalam sepekan.
Pada perdagangan Senin (2/2/2026), IHSG kembali ditutup melemah 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922,73. Pelemahan indeks terjadi di tengah upaya otoritas pasar modal mengembalikan kepercayaan investor pascaperingatan MSCI terhadap investabilitas pasar saham Indonesia.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ojk #data-saham #kepemilikan-saham #transparansi-ojk #manipulasi-harga-saham #investor-saham #msci #pasar-modal-indonesia #bei #ksei #disclosure-saham #saham-gorengan #ihsg #aksi-jual-asing #rebalanci