BEI Respons Pengumuman MSCI, Tegaskan Komitmen Perkuat Transparansi Pasar

BEI Respons Pengumuman MSCI, Tegaskan Komitmen Perkuat Transparansi Pasar

BEI menegaskan komitmen memperkuat transparansi pasar setelah pengumuman MSCI yang menekan IHSG. Langkah ini bertujuan menjaga kredibilitas pasar modal Indonesia.

(Bisnis.Com) 28/01/26 12:54 116937

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman MSCI Inc. yang memicu tekanan tajam di pasar saham domestik dan menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah. BEI menegaskan komitmennya untuk memperkuat transparansi dan koordinasi guna menjaga kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah menindaklanjuti pengumuman MSCI yang dirilis pada Rabu (28/1/2026).

Menurut Kautsar, BEI memandang masukan dari MSCI sebagai bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia, mengingat pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global dan menjadi referensi utama investor internasional.

“Sejalan dengan hal tersebut, kami berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI,” ujar Kautsar.

Komitmen tersebut, lanjutnya, diwujudkan melalui penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi yang lebih akurat dan andal sesuai praktik terbaik global.

Sebagai langkah konkret, BEI telah membuka akses data free float secara lebih luas dan terstruktur. “BEI telah menyampaikan pengumuman data free-float secara komprehensif melalui website resmi BEI sejak 2 Januari 2026 serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya,” jelas Kautsar.

Ke depan, BEI bersama SRO dan OJK akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman serta implementasi peningkatan transparansi informasi. Melalui koordinasi berkelanjutan tersebut, BEI optimistis dapat memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

IHSG Sesi I Anjlok 7,34%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026). Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti PT Petrosea Tbk. (PTRO), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), hingga PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) terperosok ke zona merah.

Melansir data RTI Infokom, IHSG melemah 7,34% ke level 8.221,21. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 8.269–8.596. Sebanyak 30 saham menguat, 764 saham melemah, dan 10 saham stagnan, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp15.087 triliun.

Saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) ambrol 14,87% ke level Rp7.300 per saham. Penurunan dalam juga terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang terperosok 14,53% ke level Rp294 per saham. Sementara itu, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) turun 14,89% ke level Rp9.575 per saham.

IHSG tertekan sejak pagi setelah MSCI mengumumkan peringatan bagi pasar modal Indonesia dengan membekukan sementara perlakuan indeks terhadap saham-saham domestik, seiring kekhawatiran terkait isu free float dan aksesibilitas pasar.

Riset Sucor Sekuritas mencatat tiga poin utama dari keputusan MSCI, yakni tidak adanya peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak ada penambahan Investible Market Index (IMI), serta tidak adanya peningkatan bobot pada papan utama dalam rebalancing Februari 2026.

“Ditambah potensi pengurangan bobot negara berkembang dan bahkan reklasifikasi pasar negara berkembang yang mungkin terjadi dalam tinjauan Mei 2026,” tulis analis Sucor Sekuritas, Rabu (28/1/2026).

Sucor menilai, jika perbedaan pandangan mengenai free float berlanjut dan Indonesia belum mampu membuktikan perbaikan transparansi, kondisi ini berpotensi menekan bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Market Index. Saham-saham seperti PTRO, BUMI, IMPC, dan PANI dinilai berisiko kehilangan momentum.

Meski demikian, Sucor mencatat sejumlah saham berfundamental kuat, khususnya sektor perbankan, mulai menunjukkan rebound setelah aksi panic selling. Di sisi lain, pasar obligasi terpantau relatif stabil dan belum menunjukkan indikasi panic selling.
_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#bei #msci #transparansi-pasar #ihsg #pasar-modal-indonesia #investor-global #free-float #saham-indonesia #indeks-msci #ojk #sro #ksei #kpei #pasar-saham-domestik #kredibilitas-pasar-modal

https://market.bisnis.com/read/20260128/7/1947934/bei-respons-pengumuman-msci-tegaskan-komitmen-perkuat-transparansi-pasar