BI Serap SBN Rp332,1 Triliun Selama 2025 untuk Pembiayaan Kopdes Cs

BI Serap SBN Rp332,1 Triliun Selama 2025 untuk Pembiayaan Kopdes Cs

Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp332,1 triliun pada 2025 untuk mendukung likuiditas dan program ekonomi pemerintah, dengan BI Rate tetap di 4,75%.

(Bisnis.Com) 27/01/26 17:55 116013

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mengungkapkan telah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di dengan nilai total mencapai Rp332,1 triliun sepanjang 2025, sebagaI bagian dari strategi operasi moneter pro-market yang ekspansif guna menjaga ketersediaan likuiditas di pasar keuangan domestik.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa dari total pembelian tersebut, sebesar Rp246,6 triliun dilakukan melalui skema debt switching dengan pemerintah.

Langkah ini tidak berhenti di tutup tahun lalu, otoritas moneter tercatat masih melanjutkan pembelian SBN sebesar Rp23,7 triliun sejak awal tahun hingga 23 Januari 2026.

"Pembelian SBN tersebut dilakukan sesuai mekanisme pasar dan konsisten dengan program moneter yang ditempuh Bank Indonesia," ujarnya dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Perry menjelaskan bahwa likuiditas yang dipasok melalui pembelian SBN ini secara tidak langsung turut mendukung pendanaan program ekonomi strategis pemerintah.

"Dalam kaitan ini, sebagian SBN dimaksud dipergunakan pemerintah untuk pendanaan program-program ekonomi kerakyatan dalam Astacita, seperti perumahan dan KMP Koperasi Desa Merah Putih." jelansya.

Selain memborong SBN, dia menjelaskan ekspansi likuiditas juga tercermin dari penurunan posisi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Posisi instrumen moneter ini menyusut dari Rp919,97 triliun pada awal 2025 menjadi Rp730,9 triliun pada akhir 2025, dan relatif stabil di level tersebut hingga pekan ketiga Januari 2026.

Penurunan outstanding SRBI mengindikasikan adanya aliran likuiditas yang kembali dilepas ke pasar.

Buka Ruang Pangkas BI Rate

Di sisi kebijakan suku bunga acuan, Perry menegaskan BI mempertahankan BI Rate di level 4,75% sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Kendati demikian, Perry memberi sinyal bahwa ruang penurunan suku bunga acuan masih terbuka lebar ke depannya, didukung oleh proyeksi inflasi 2026-2027 yang diprakirakan terkendali dalam sasaran 2,5±1%.

"Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga BI Rate lebih lanjut, serta perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," paparnya.

#bank-indonesia #surat-berharga-negara #pembelian-sbn #operasi-moneter #likuiditas-pasar #debt-switching #ekonomi-strategis #koperasi-desa #sekuritas-rupiah #bi-rate #suku-bunga-acuan #stabilitas-rupia

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260127/10/1947695/bi-serap-sbn-rp3321-triliun-selama-2025-untuk-pembiayaan-kopdes-cs