Kementan salurkan vaksin LSD ke Jembrana lindungi usaha peternak sapi
Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan 400 dosis vaksin darurat untuk penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang dilengkapi obat hewan, multivitamin, ...
(Antara) 19/01/26 17:14 107573
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan 400 dosis vaksin darurat untuk penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang dilengkapi obat hewan, multivitamin, desinfektan, dan alat kesehatan guna melindungi ternak sapi milik peternak di Kabupaten Jembrana, Bali.
"Langkah ini dilakukan untuk memutus penularan LSD yang sempat menjangkiti puluhan sapi dan berpotensi mengganggu ekonomi peternak," kata Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Hendra Wibawa dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Hendra mengaku pihaknya mewakili Kementerian Pertanian menyerahkan vaksin tersebut kepada Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana.
"Ini merupakan tahap pertama bantuan Kementan sebagai respons darurat atas terdeteksinya penyakit LSD di Kabupaten Jembrana," ucapnya.
Hendra juga mengimbau peternak agar segera melapor jika menemukan gejala benjolan pada kulit sapi, tidak memasukkan dan mengeluarkan ternak dari kandang di zona tertular, serta menjaga kebersihan kandang untuk mengurangi habitat vektor pembawa penyakit.
"Petugas akan langsung memeriksa dan mendiagnosa apakah itu suspek LSD atau penyakit kulit biasa," ucapnya.
Ia juga mengingatkan apabila ditemukan indikasi sakit, segera dilakukan isolasi mandiri dengan memisahkan ternak tersebut dari kawanan yang sehat dan melaporkan ke petugas agar segera mendapatkan penanganan.
Meski begitu, Hendra tidak menyebutkan berapa jumlah hewan yang saat ini terdampak penyakit Lumpy Skin Disease.
Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan berharap dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat melindungi ternak di wilayahnya dari berbagai penyakit termasuk LSD.
"Hari ini kami menerima peralatan lengkap untuk mencegah penyakit LSD. Ada vaksin, obat-obatan, multivitamin, dan juga disinfektan," kata Kembang.
"Ini upaya kita mempercepat penanganan penyebaran LSD pada sapi. Kolaborasi yang luar biasa hari ini, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan masyarakat peternak. Semoga segera bisa kita selesaikan," tambah Kembang.
Sebelumnya Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menegaskan pengendalian penyakit hewan menular merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi keberlanjutan usaha peternak rakyat.
“Negara tidak boleh membiarkan peternak menanggung risiko sendiri. Ketika ada ancaman penyakit, negara harus hadir lebih dulu untuk melindungi ternak dan memastikan usaha peternak tetap berjalan,” ujar Agung saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau kesiapan hilirisasi ayam di Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).
Ia menegaskan, langkah cepat seperti vaksinasi darurat, pembatasan lalu lintas ternak, dan pendampingan teknis di lapangan menjadi instrumen penting agar peternak tidak mengalami kerugian berkepanjangan akibat wabah penyakit hewan.
Kementan terus mendorong vaksinasi hewan, penguatan edukasi kepada peternak, serta pembatasan lalu lintas hewan di zona tertular sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi peternak rakyat dan menjaga keberlanjutan usaha peternakan nasional.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026