Prabowo Bidik Penyaluran Rumah Subsidi 285.000 Unit 2026, Nilainya Rp37,1 Triliun

Prabowo Bidik Penyaluran Rumah Subsidi 285.000 Unit 2026, Nilainya Rp37,1 Triliun

Prabowo Subianto akan menyalurkan 285.000 rumah subsidi senilai Rp37,1 triliun pada 2026 melalui BP Tapera, dengan dukungan 43 bank penyalur.

(Bisnis.Com) 23/12/25 20:10 83151

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Pengelolaan Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan penyaluran rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dapat mencapai 285.000 unit pada 2026.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyebut total kebutuhan anggaran untuk memenuhi rencana penyaluran rumah subsidi tersebut mencapai Rp37,1 triliun.

"Target penyaluran dana FLPP tahun 2026 sebanyak 285.000 unit rumah dengan total kebutuhan dana sebesar Rp37,1 triliun," jelasnya saat ditemui di Kantor BP Tapera, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Perinciannya, anggaran Rp37,1 triliun itu bakal berasal dari anggaran DIPA sebesar Rp25,1 triliun dan sisanya dari pengembalian pokok sebesar Rp10,4 triliun yang digulirkan kembali serta saldo awal tahun 2026 sebesar Rp1,6 triliun.

"Sesuai dengan Nota Keuangan tahun 2026, Pemerintah juga mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP sampai dengan 350.000 unit rumah di tahun depan," ujar Heru.

Untuk mempercepat realisasi penyaluran di tahun depan, BP Tapera menggandeng 43 Bank Penyalur terdiri dari 5 bank Himbara, 4 bank swasta dan 33 Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menyalurkan FLPP Sejahtera.

Sementara itu, hingga periode 22 Desember 2025, penyaluran dana FLPP telah mencapai 270.985 unit rumah sebesar Rp33,66 triliun.

Penyaluran dana ini disalurkan melalui 39 bank penyalur dengan rumah yang dibangun oleh 8.058 pengembang yang terdiri dari 13.118 perumahan yang tersebar di 33 provinsi di 401 kabupaten/kota.

Sebelumnya, BP Tapera menargetkan penyaluran rumah subsidi sepanjang tahun ini ditargetkan akan mencapai 280.000 unit. Di mana, saat ini BP Tapera mengaku tengah memacu berbagai strategi untuk mengejar target tersebut di sisa waktu akhir tahun. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperpanjang tenggat waktu realisasi akad kredit.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya maksimal akad itu sampai dengan 15 Desember, tahun ini kita perpanjang sampai tanggal 30 Desember pukul 12.00 WIB," ujar Heru saat ditemui di sela-sela agenda Akad Massal 50.000 KPR FLPP dan Serah Terima Kunci Tahun 2025 di Banten, Sabtu (20/12/2025).

#prabowo-rumah-subsidi #bp-tapera #tapera #kpr-flpp #kpr-rumah-subsidi #flpp-2026 #rumah-subsidi-2026 #anggaran-rumah-subsidi #dana-flpp #bank-penyalur-flpp #rumah-subsidi-indonesia #rumah-subsidi-prab

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251223/47/1939184/prabowo-bidik-penyaluran-rumah-subsidi-285000-unit-2026-nilainya-rp371-triliun