Banjir Baja Impor Bikin Pengusaha Konstruksi Resah, Purbaya Sentil Bea Cukai
Ketua Umum Masyarakat Baja Konstruksi Indonesia atau ISSC, Budi Harta Winata menyuarakan keresahannya terkait dengan banjir impor baja konstruksi di depan Menkeu... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 01/12/25 21:04 57183
JAKARTA - Ketua Umum Masyarakat Baja Konstruksi Indonesia atau Indonesian Society of Steel Construction (ISSC), Budi Harta Winata menyuarakan keresahannya terkait dengan banjir impor baja konstruksi di depan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa . Ia meminta Bea Cukai untuk menghentikan impor baja konstruksi dari luar negeri, karena dinilai merugikan industri dalam negeri."Kami mendukung Bea Cukai untuk menangkap, menyetop impor baja. Sekarang banyak gudang-gudang, pabrik-pabrik, mobil, yang dibangun dengan menggunakan produk baja impor konstruksi. Padahal dulunya adalah kerjaan kami, Pak Menteri," ungkap Budi Harta Winata.
Ketika kapasitas produksi dalam negeri bisa menyentuh angka 1 juta ton per tahun, justru baja kontruksi dari luar negeri yang masuk pada periode 2017/2025 mencapai 600 ribu ton/tahun. Banjir baja impor menggerus peluang kerja di industri baja nasional, yang selama ini menjadi tumpuan ribuan tenaga kerja di berbagai daerah.
"Perusahaan saya hanya butuh 20 ribu untuk menghidupi seribu karyawan. Sekarang kami tinggal 70 orang, dari seribu tukang las gara-gara maraknya impor baja konstruksi," bebernya.
ISSC Dorong Kolaborasi Lindungi Pasar Domestik dari Baja Impor
Dalam dialog bersama Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2025, Menkeu Purbaya langsung merespons keluhan dari pelaku industri konstruksi. Purbaya menekankan, bakal mencari segala cara untuk menjaga industri baja dalam negeri.
"Saya bukan ahli baja. Saya ingin mengerti, baja itu ada apa saja. Nanti laporkan ke saya masalahnya seperti apa? karena kalau saya tanya ke anak buah saya bagus terus," terang Menkeu.
Gelar Unjuk Rasa, ISSC Desak Menkeu Purbaya Setop Impor Baja dari Vietnam dan China
Dalam kesempatan ini Purbaya juga kembali menekankan, bakal memperbaiki kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan. Purbaya menegaskan bahwa perbaikan kinerja Bea Cukai merupakan keharusan, mengingat ancaman serius yang dihadapi.
Ancaman pembubaran Bea Cukai juga kembali dilontarkan Menkeu Purbaya, apabila tidak ada perbaikan. "Kalau di dalam negeri sudah ada semuanya, buat apa juga kita impor. Saya sudah ancam ke mereka, kita betulin dalam setahun. Kalai tidak beres, Bea Cukai betul-betul dibekukan," tegas Purbaya.
"Kemarin saya masuk balpres, ya. Baju-baju. Habis itu saya akan masuk ke Baja. Tapi saya akan minta masukan dari Anda. Ke depan bisa saya beresin itu," bebernya.
(akr)
#baja-impor #konstruksi #perusahaan-konstruksi #purbaya-yudhi-sadewa #bea-cukai