Cukai Tembakau Disebut Belum Efektif Tekan Produksi Rokok
Dirjen Bea dan Cukai berpendapat masyarakat saat ini tidak mempedulikan merek dan cenderung mencari harga rokok termurah.
(Bisnis Tempo) 24/11/25 20:11 48631
DIREKTUR Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budi Utama mengatakan kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) belum efektif menekan angka produksi rokok. Hal ini disampaikannya dalam rapat bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin, 24 November 2025.
Menurut Djaka, produksi rokok akan terus tinggi selama budaya merokok mayarakat masih kuat. “Jadi walaupun kelompok-kelompok anti rokok ini menggencarkan kampanye, tapi masyarakat masih suka merokok, itu pasti akan terus berjalan,” ucap Djaka di komples DPR.
Kementerian Keuangan mencatat produksi rokok sampai dengan akhir Oktober 2025 hanya mencapai 258,4 miliar batang. Angka ini menurun 2,8 persen secara year on year dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 265,9 miliar batang. Meski demikian, penurunan produksi hanya terjadi pada golongan 1 yaitu dari 138,7 miliar batang menjadi 125,7 miliar batang.
Sementara itu, produksi golongan 2 dan golongan 3 justru mengalami kenaikan. Golongan 2 naik 3,2 persen dari 74,2 miliar batang pada Oktober 2024 menjadi 76,5 miliar batang pada Oktober 2025. Sementara golongan 3 naik 6 persen dari 53,1 miliar batang menjadi 56,2 miliar batang.
Djaka berpendapat bahwa masyarakat saat ini tidak mempedulikan merek dan cenderung mencari harga rokok termurah. Hal ini juga yang menurutnya menghambat pemberantasan rokok ilegal. “Tadi seperti saya bilang, yang penting masyarakat itu tahunya mulutnya berasap, enggak memperhatikan merek, yang dicari juga harganya yang murah,” ujar Djaka.
Oleh karena itu, kata Djaka, fenomena tersebut perlu diantisipasi dengan meningkatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT). Menurutnya, DBHCT perlu ditingkatkan untuk mendukung program kesehatan masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memutuskan tidak akan ada kenaikan CHT pada 2026. Ini menjadi kali kedua cukai rokok tidak naik setelah diterapkan pada tahun ini.
Keputusan tersebut diambil Purbaya usai bertemu dengan sejumlah produsen rokok yang tergabung dalam Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia atau Gappri. “Mereka (Gappri) bilang asalkan tidak diubah (tidak naik) sudah cukup. Ya sudah, saya tidak ubah. Padahal tadinya saya pikir mau diturunkan (tarifnya),” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 26 September 2025.
#rokok #cukai #purbaya #cukai-rokok #tembakau #djaka-budhi
https://tempo.co/ekonomi/cukai-tembakau-disebut-belum-efektif-tekan-produksi-rokok-2092685