AHY Pastikan APBN Bakal Ikut Tanggung Utang Kereta Cepat
AHY pastikan APBN terlibat dalam restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, meski proyek awalnya B2B, untuk menjaga kesehatan keuangan BUMN.
(Bisnis.Com) 04/11/25 10:33 26627
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan bahwa APBN akan dilibatkan dalam proses negosiasi restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Sekadar informasi, pemerintah dan Danantara tengah berupaya dalam negosiasi restrukturisasi utang Kereta Cepat dengan pihak China. Kendati skema proyek berdasarkan business-to-business (B2B), penyertaan APBN kini masih masuk dalam opsi untuk merestrukturisasi utang triliunan rupiah itu.
"Kami pastikan, tadi Pak Presiden menyampaikan bahwa terkait dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, tentu negara, pemerintah akan hadir dan kami melibatkan semua pihak," terang Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono usai rapat terbatas (ratas) dengan Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/11/2025).
AHY, sapaan akrabnya, menyebut kementeriannya juga ikut bernegosiasi dengan pihak China untuk penanganan utang salah satu proyek strategis nasional (PSN) itu. Mereka juga telah menggelar rapat koordinasi dengan Danantara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kemenko Perekonomian serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Kami sepakat untuk menghadirkan solusi yang terbaik, yang paling feasible, yang paling baik untuk semua. Semua ingin mengambil peran, mengambil bagian, mengambil bagian dari tanggung jawab untuk melakukan restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung," tuturnya.
Pria yang juga Ketua Umum Partai Demokrat itu menyampaikan, pembahasan untuk pengembangan KCJB baru akan dibahas setelah urusan restrukturisasi tuntas.
Mengenai keikutsertaan APBN dalam menangani utang triliunan rupiah itu, AHY enggan memerinci lebih dalam seperti apa opsi yang terbuka dibahas dengan Danantara. Untuk diketahui, sebelumnya Danantara sempat mengusulkan agar APBN ikut menanggung beban utang KCJB atau Whoosh.
Salah satu tujuannya untuk menjaga kesehatan keuangan BUMN PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, selaku pemimpin konsorsium BUMN Indonesia yang memegang 60% saham PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). Salah satu opsi yang digodok adalah untuk menyerahkan pengelolaan prasarana Whoosh seperti stasiun ke pemerintah.
"Itulah nanti yang saya sampaikan, bahwa pemerintah, APBN juga pasti akan menjadi bagian. Tetapi untuk seperti secara spesifiknya, nanti akan kami sampaikan pada kesempatan yang lain," ucap AHY.
Adapun negosiasi dengan Danantara, lanjut AHY, terkait pembagian beban penyelesaian penanganan utang ini masih dibahas secara tertutup.
"Kami tidak ingin mengumbar dulu karena namanya juga masih negosiasi. Karena begini teman-teman mohon dimaklumi, negosiasi juga perlu ada ruangnya. Ruang dan diberikan sekali lagi proses yang juga mudah-mudahan bisa menghasilkan yang terbaik untuk kita," terang pria yang juga menjabat Dewan Pengawas Danantara itu.
#apbn-kereta-cepat #utang-kereta-cepat #restrukturisasi-utang #kereta-cepat-jakarta-bandung #proyek-strategis-nasional #ahy-kereta-cepat #prabowo-apbn #negosiasi-utang-china #danantara-kereta-cepat #ka