MSIG: Pasar Asuransi Siber Prospektif dalam Jangka Panjang

MSIG: Pasar Asuransi Siber Prospektif dalam Jangka Panjang

MSIG Indonesia optimis pasar asuransi siber tumbuh positif jangka panjang berkat meningkatnya kebutuhan digital, serangan siber, dan regulasi ketat.

(Bisnis.Com) 12/10/25 14:53 160

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi MSIG Indonesia meyakini pasar asuransi siber memiliki prospek jangka panjang yang positif.

Direktur MSIG Indonesia Soichiro Tsuchida berpendapat ada beberapa faktor yang membuat perusahaannya yakin asuransi siber akan berkembang positif. Faktor-faktor tersebut adalah kebutuhan masyarakat dan dunia usaha pada ekonomi digital.

Kemudian, meningkatnya frekuensi dan kompleksitas serangan siber, serta regulasi perlindungan data yang semakin ketat juga dia anggap menjadi faktor yang membuat pasar asuransi siber memiliki prospek baik.

“Di samping itu, kesadaran perusahaan untuk mengelola risiko siber terus tumbuh, sementara variasi produk semakin beragam. Kombinasi faktor tersebut menciptakan landasan yang kuat bagi pertumbuhan pasar asuransi siber yang berkesinambungan,” katanya kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (12/10/2025).

Meski begitu, Soichiro pun melihat tantangan terbesar saat ini dalam memasarkan produk asuransi siber adalah masih terbatasnya pemahaman sebagian perusahaan terhadap risiko siber dan adanya persepsi proteksi teknologi saja sudah memadai.

Selain itu, lanjutnya, kompleksitas polis dapat membuat calon nasabah memerlukan penjelasan lebih lanjut. Untuk itu, MSIG Indonesia menegaskan pihaknya akan meningkatkan literasi pasar melalui edukasi berkelanjutan.

“Kemudian, memperkuat kolaborasi dengan mitra teknologi agar dapat menawarkan solusi end-to-end, serta menjaga praktik underwriting yang hati-hati [prudent], sehingga nasabah mendapatkan perlindungan yang relevan dan benar-benar bernilai,” tuturnya.

Lebih jauh, dia menegaskan asuransi siber kini telah menjadi kebutuhan penting, baik bagi korporasi maupun individu. Menurutnya, kebocoran data, serangan ransomware, hingga gangguan operasional dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis yang bisa berujung pada kerugian finansial dan reputasi.

Sementara itu, imbuhnya, asuransi siber penting bagi individu karena saat ini ada risiko personal siber seperti pencurian data pribadi atau penipuan online, yang semakin nyata di era serba digital.

“Oleh karena itu, kami melihat prospek bisnis asuransi siber di tahun ini tetap menjanjikan. Permintaan terus bergerak positif seiring meningkatnya kesadaran, baik di level korporasi maupun individu,” tegasnya.

Sebagai informasi, Moody’s Rating melaporkan bahwa laju pertumbuhan asuransi siber global hanya mencapai 7% pada 2024 secara year on year (YoY) menjadi US$15 miliar. Angka ini turun signifikan dibandingkan dengan periode 2018—2022 yang berada di kisaran 20%—40%.

Merespons hal itu, Soichiro berpendapat perlambatan pada 2024 adalah siklus bisnis yang wajar, sehingga dia tak melihat ini dikarenakan melemahnya pasar.

“Setelah periode lonjakan tinggi pada awal pengenalan produk, kini pertumbuhan bergerak menuju tahap normalisasi yang lebih sehat dan terkendali. Hal ini justru menjadi fondasi untuk membangun pasar yang lebih stabil dan berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya.

#asuransi-siber #pasar-asuransi #risiko-siber #msig-indonesia #serangan-siber #perlindungan-data #ekonomi-digital #literasi-pasar #kebocoran-data #proteksi-teknologi #produk-asuransi #kolaborasi-teknol

https://finansial.bisnis.com/read/20251012/215/1919542/msig-pasar-asuransi-siber-prospektif-dalam-jangka-panjang