FTSE Russell Tunda Evaluasi Indeks RI, Persepsi Investor Global jadi Sorotan

FTSE Russell Tunda Evaluasi Indeks RI, Persepsi Investor Global jadi Sorotan

FTSE Russell menunda evaluasi indeks Indonesia, mempengaruhi persepsi investor global terkait likuiditas dan aksesibilitas pasar, meski dampaknya terbatas.

(Bisnis.Com) 11/02/26 06:25 132631

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah penyedia indeks global FTSE Russell untuk menunda review indeks Tanah Air dinilai berpotensi mempengaruhi persepsi investor global terhadap kondisi pasar saham RI.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai, meskipun dampak keputusan FTSE Russell tidak semasif pengumuman dari MSCI beberapa waktu lalu, potensi tekanan akibat keluarnya dana asing tetap terbuka. Namun demikian, peluang terjadinya arus keluar dana asing dinilai relatif terbatas karena dana kelolaan berbasis indeks FTSE lebih kecil dibandingkan MSCI.

"Meski demikian, penundaan review FTSE tetap berpotensi mempengaruhi persepsi investor global terhadap pasar Indonesia, terutama terkait isu likuiditas dan aksesibilitas pasar," ujar Alrich kepada Bisnis, Selasa (10/2/2026).

Menurut Alrich, keputusan FTSE Russell memiliki bobot tersendiri karena indeks tersebut kerap digunakan sebagai acuan investasi oleh investor institusi asal Eropa dan Inggris. Oleh karena itu, penundaan review indeks Indonesia berpotensi memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pandangan investor global.

Meski demikian, ia menilai dampak jangka panjang dari keputusan tersebut masih dapat diredam, selama fundamental ekonomi Indonesia tetap stabil. Likuiditas investor domestik serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional dinilai menjadi faktor penopang utama pasar saham.

"Keputusan FTSE sering dijadikan indikator oleh investor global untuk menilai stabilitas, transparansi, dan likuiditas pasar domestik. Pergerakan dana berbasis indeks FTSE biasanya lebih berdampak pada saham-saham blue chip yang menjadi konstituen utama indeks global," katanya.

Pandangan senada disampaikan Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana. Ia menilai, keputusan FTSE Russell menunda review indeks Indonesia mencerminkan sikap kehati-hatian terhadap aspek transparansi pasar modal domestik, terutama di tengah proses reformasi yang tengah dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama self-regulatory organization (SRO).

Herditya menilai, penundaan review tersebut berpotensi memberikan sentimen negatif bagi pasar modal Indonesia dan dapat memicu volatilitas dalam jangka panjang. Namun, ia memperkirakan perhatian investor ke depan akan lebih terfokus pada sejauh mana implementasi reformasi pasar modal berjalan efektif.

"Seberapa besar [potensi outflow] saya tidak dapat berkomentar. Namun, melihat adanya outflow dalam sepekan ini, tampaknya masih berlanjut," kata Herditya kepada Bisnis, Selasa (10/2/2026).

Kendati demikian, Herditya menilai dampak penundaan review FTSE Russell tidak akan sebesar pengaruh MSCI. Upaya pembenahan pasar modal yang dilakukan OJK dan SRO setelah pengumuman MSCI dinilai dapat menjadi daya tahan bagi pasar saham domestik.

Sebelumnya, FTSE Russell menyampaikan bahwa OJK telah menggelar konferensi pers untuk menegaskan komitmennya dalam meningkatkan integritas dan transparansi pasar modal Indonesia. Selanjutnya, pada 5 Februari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menerbitkan rencana reformasi pasar modal.

“Menindaklanjuti masukan dari External Advisory Committees FTSE Russell, serta dengan mempertimbangkan potensi dampak negatif terhadap turnover dan ketidakpastian dalam menentukan persentase free float yang akurat atas sekuritas Indonesia seiring dengan berlangsungnya rencana reformasi tersebut, FTSE Russell akan menunda peninjauan indeks Indonesia yang dijadwalkan pada Maret 2026,” tulis FTSE Russell.

Keputusan tersebut diambil mengacu pada Aturan 2.4 tentang Exceptional Market Disruption dalam Kebijakan Indeks FTSE Russell, yang berlaku apabila klien tidak dapat memperdagangkan suatu pasar atau efek secara optimal.

Dengan penundaan tersebut, FTSE Russell untuk sementara tidak akan mengimplementasikan penambahan maupun penghapusan saham Indonesia dalam indeksnya, termasuk perubahan segmen kapitalisasi besar, menengah, dan kecil.

Selain itu, FTSE Russell juga tidak akan menerapkan penyesuaian bobot investability, perubahan jumlah saham beredar, serta pencatatan aksi korporasi seperti right issue, hingga proses reformasi pasar modal dinilai lebih jelas.

Sebagai informasi, FTSE Russell merupakan anak usaha London Stock Exchange Group yang terbentuk dari penggabungan FTSE (Financial Times Stock Exchange) dan Frank Russell Company. Lembaga ini mengelola ratusan indeks global yang digunakan sebagai acuan utama investor institusi dalam pengelolaan portofolio investasi.

#ftse-russell #indeks-indonesia #investor-global #pasar-saham-ri #penundaan-review #persepsi-investor #likuiditas-pasar #aksesibilitas-pasar #dana-asing #indeks-ftse #pasar-modal-indonesia #reformasi-p

https://market.bisnis.com/read/20260211/7/1951805/ftse-russell-tunda-evaluasi-indeks-ri-persepsi-investor-global-jadi-sorotan