Bandara Kertajati Sepi Penumpang, Bisnis Penerbangan di Jabar Lesu
Aktivitas penumpang pesawat di Provinsi Jawa Barat turun drastis pada November 2025, khususnya di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka.
(Bisnis.Com) 06/01/26 15:54 95148
Bisnis.com, CIREBON - Aktivitas penumpang pesawat di Provinsi Jawa Barat pada November 2025 menunjukkan tren penurunan, khususnya di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) mencatat jumlah penumpang penerbangan domestik dan internasional yang berangkat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Plt Kepala BPS Jabar Darwis Sitorus mengatakan, total penumpang penerbangan domestik dari seluruh bandara di Jawa Barat pada November 2025 tercatat sebanyak 462 orang, turun 3,75% dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 480 orang. Penurunan lebih tajam terlihat secara tahunan, di mana jumlah penumpang domestik merosot hingga 94,46% dibandingkan November 2024 yang tercatat 8.340 orang.
“Secara umum, penurunan penumpang domestik di Jawa Barat cukup signifikan secara year-on-year. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh rute penerbangan yang berkurang dan pembatasan operasional di beberapa bandara,” ujar Darwis kepada Bisnis, Selasa (6/1/2026).
Jika ditinjau menurut bandara, keberangkatan penumpang domestik pada November 2025 didominasi Bandara Nusawiru, Pangandaran, dengan 320 orang, naik 4,58% dibandingkan bulan sebelumnya.
Bandara Husein Sastranegara, Bandung, mencatat kenaikan cukup signifikan hingga 300%, yakni 128 orang, sebagai dampak pembukaan rute baru. Kemudian, Bandara Cakrabhuwana Penggung, Cirebon, hanya melayani 14 penumpang.
Sementara itu, Bandara Kertajati dan Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya, tercatat tidak memiliki penumpang domestik yang berangkat pada November 2025. Kondisi ini menandai stagnasi layanan domestik di Bandara Kertajati meskipun merupakan bandara terbesar kedua di Jawa Barat.
“Bandara Kertajati saat ini memang tidak melayani penerbangan domestik reguler. Fokus utama operasional masih pada penerbangan internasional, meski jumlahnya menurun dibanding tahun sebelumnya,” kata Darwis.
Untuk penerbangan internasional, jumlah penumpang dari Jawa Barat tercatat 540 orang pada November 2025, naik 7,36% dibanding Oktober 2025. Namun secara tahunan, jumlah penumpang internasional turun drastis 71,28% dari 1.880 orang pada November 2024. Penurunan ini sebagian besar dialami Bandara Kertajati, yang sebelumnya melayani rute ke Malaysia, tetapi kini hanya melayani penerbangan ke Singapura.
Darwis menekankan, meskipun ada kenaikan bulanan, penurunan tahunan menunjukkan adanya kontraksi aktivitas penerbangan di Jawa Barat yang signifikan.
“Penurunan year-on-year terutama terlihat di Bandara Kertajati. Dulu, rute ke Malaysia cukup ramai, tapi saat ini hanya ada rute Singapura yang tentunya membatasi jumlah penumpang,” ujarnya.
BPS Jabar mencatat lima bandara utama di Jawa Barat yang melayani penerbangan domestik dan internasional, yakni Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Kertajati (Majalengka), Bandara Nusawiru (Pangandaran), Bandara Cakrabhuwana Penggung (Cirebon), dan Bandara Wiriadinata (Tasikmalaya). Seluruh bandara ini fokus melayani penerbangan domestik, sementara Bandara Kertajati juga menjadi hub penerbangan internasional terbatas.
#bandara-kertajati #kertajati #jumlah-penumpang-pesawat #n-a