Angkutan Penumpang November 2025 Kompak Turun, BPS: Tak Ada Hari Libur Nasional
BPS melaporkan penurunan penumpang transportasi di November 2025 karena tidak ada hari libur nasional, meski secara tahunan ada pertumbuhan signifikan.
(Bisnis.Com) 05/01/26 20:20 94193
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angkutan penumpang di semua moda transportasi—udara, laut, kereta, dan penyeberangan—kompak turun pada November 2025 secara bulanan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini memaparkan, penurunan terdalam terjadi pada angkutan udara internasional yang mencapai -7,85% month to month (MtM) menjadi 1,65 juta orang dari bulan sebelumnya yang sebanyak 1,79 juta orang.
“Jumlah penumpang pada seluruh moda turun, karena tidak ada hari libur nasional sehingga mobilitas masyarakat turun,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).
Sementara itu, penumpang angkutan udara domestik juga turun 4,33% MtM menjadi 5,04 juta orang, dari bulan sebelumnya yang mencapai 5,27 juta orang. Sepinya bandara sebelum memasuki liburan akhir tahun tersebtu terjadi utamanya pada Bandara Internasional Juanda di Surabaya (SUB) dengan kontraksi sebesar -9,16%.
Selain itu, juga di Ngurah Rai-Denpasar sebesar 8,99%, Kualanamu-Medan sebesar 8,67%, Hasanuddin-Makassar sebesar 1,34%, dan Soekarno Hatta-Tangerang sebesar 0,32%.
Pudji juga menyampaikan bahwa penumpang kereta pada November 2025 turun 3,99% MtM menjadi 47,36 juta orang dari bulan sebelumnya hampir 50 juta orang. Utamanya, penurunan pada moda MRT Jakarta yang turun 7,64%.
Kemudian penumpang angkutan laut domestik pada November 2025 turun 5,78% MtM menjadi 2,18 juta orang. Penurunan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Belawan sebesar 44,44%, Tanjung Perak sebesar 31,60%, Balikpapan sebesar 3,28%, dan Makassar sebesar 3,22%. Sebaliknya, peningkatan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 11,94%.
Penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) pada November 2025 turun 2,78% menjadi 3,9 juta orang, utamanya di Pelabuhan Pototano (NTB) mencapai -11,56%.
Meski kompak turun, Pudji mengungkapkan terkait data tahunan atau year on year (YoY) justru tercatat kompak mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Utamanya, angkutan kereta yang tumbuh hingga 11,10%.
Sementara Angkutan udara domestik, angkutan udara internasional, angkutan laut domestik, dan ASDP masing-masing tumbuh sebesar 2,30%, 5,26%, 9,53%, dan 9,83%.
#angkutan-penumpang #penumpang-turun #bps-laporan #moda-transportasi #angkutan-udara #angkutan-laut #angkutan-kereta #penyeberangan-asdp #penumpang-internasional #penumpang-domestik #penurunan-penumpan