Pemprov Sumbar Jelaskan Nasib Jembatan KA Lembah Anai Usai Banjir Besar
Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan jembatan KA Lembah Anai akan dipertahankan dan direaktivasi sebagai aset sejarah, meski ada isu pembongkaran.
(Bisnis.Com) 31/12/25 13:00 89628
Bisnis.com, PADANG — Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi menegaskan jembatan kereta api di kawasan Lembah Anai akan dipertahankan. Pernyataan itu terkait polemik di tengah pemulihan lintasan jalan raya di sekitar jembatan akibat banjir bandang besar akhir November lalu.
"Pemprov Sumbar justru berkomitmen menjaga, melestarikan, dan mereaktivasi jalur tersebut sebagai bagian dari aset sejarah dan warisan budaya daerah," katanya saat menerima audiensi komunitas heritage yang membahas pemeliharaan situs sejarah di Sumbar, di ruang rapat Istana Gubernur, Selasa (30/12/2025).
Mahyeldi mengaku heran dengan beredarnya isu pembongkaran jalur kereta api Lembah Anai yang berkembang di ruang publik tanpa sepengetahuan dirinya sebagai gubernur.
“Saya cukup terkejut karena isu ini muncul tanpa sepengetahuan gubernur. Padahal, kebijakan yang kami pegang jelas, yakni menjaga dan melestarikan aset bersejarah,” ujarnya.
Terkait surat dari Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan yang sempat beredar, Mahyeldi menilai terjadi kesalahan komunikasi karena surat tersebut ditanggapi tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan Pemprov Sumbar.
“Menurut saya, ada kekeliruan dalam proses komunikasi. Surat tersebut dijawab tanpa koordinasi dengan kami di pemerintah daerah, padahal ini menyangkut aset strategis dan bersejarah,” jelas dia.
Mahyeldi menjelaskan, sebelumnya Pemprov Sumbar telah melakukan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon serta Menteri Perhubungan. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa tidak ada pembongkaran jalur kereta api, melainkan dilakukan kajian komprehensif untuk memastikan kelestarian dan pemanfaatannya ke depan.
“Sebagai aset heritage, jalur kereta api ini memiliki nilai sejarah dan edukasi yang tinggi. Seharusnya kami rawat dan manfaatkan, bukan justru dibongkar,” sebutnya.
Dia juga menyinggung kebijakan masa lalu yang menonaktifkan jalur kereta api di Sumbar dan menilai hal tersebut sebagai kekeliruan yang tidak boleh terulang. Oleh karena itu, reaktivasi jalur kereta api, termasuk pengembangan jalur yang menghubungkan pusat-pusat aktivitas masyarakat, telah masuk dalam agenda pemerintah daerah.
Sementara itu, arsitek sekaligus pegiat pelestarian Padang Heritage, Yulsi Munir menyambut baik sikap tegas Gubernur Sumbar. Dia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menjaga jalur dan bagian rel kereta api yang dinilai mulai berkurang dari waktu ke waktu, serta melakukan kajian teknis terhadap perubahan struktur sejumlah jembatan di kawasan cagar budaya.
Perwakilan komunitas pecinta kereta api, Nando menyebutkan bahwa masyarakat di sepanjang jalur kereta api memiliki kepedulian tinggi terhadap aset perkeretaapian meskipun belum aktif digunakan.
Dikatakannya minimnya penjagaan dan penindakan membuat aset jalur kereta api rawan rusak dan hilang, sementara aspirasi masyarakat dan komunitas pelestarian belum sepenuhnya tertangani secara optimal.
#jembatan-lembah-anai #jembatan-kereta-api #banjir-sumbar #pemprov-sumbar #reaktivasi-jalur-kereta #aset-sejarah-sumbar #heritage-sumbar #pelestarian-kereta-api #jalur-kereta-api #banjir-bandang-sumbar